Laba atau keuntungan adalah nilai penerimaan total perusahaan dikurangi
biaya total yang dikeluarkan perusahaan (Raharja, 2004). Dari definisi
tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan laba adalah
kelebihan pendapatan atas biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut.
Menurut Soemarso (2002) terdapat beberapa jenis laba yang biasa
digunakan dalam bidang akuntansi, diantaranya adalah:
a. Laba kotor
Laba kotor merupakan penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan.
Oleh karena itu laba kotor merupakan nilai lebih yang diperoleh
perusahaan atas hasil penjualan yang diterima dari harga pokok barang
yang dijual.dengan meningkatkan penjualan ataupun menurunnya biaya
produksi,maka pencapaian laba kotor akan maksimal.
b. Laba operasi
Laba operasi atau laba usaha merupakan selisih antara laba bruto dan
biaya usaha atau selisih antara hasil penjualan bersih dengan harga pokok
penjualan dan biaya operasi. Jadi, laba operasi merupakan pendapatan
bersih dari operasi yang dilakukan.
c. Laba bersih
Laba bersih (net income) adalah selisih lebih semua pendapatan dan
keuntungan terhadap semua biaya dan kerugian. Jumlah ini merupakan
kenaikan bersih terhadap semua biaya dan kerugian. Jumlah ini
merupakan kenaikan bersih terhadap modal. Laba bersih dibedakan atas:
1) Laba bersih sebelum pajak yaitu selisih lebih pendapatan dan
keuntungan terhadap semua biaya dan kerugian yang merupakan
kenaikan bersih atas modal, sebelum dikurangi pajak.
2) Laba setelah pajak yaitu selisih lebih pendapatan atas biaya-biaya yang
dibebankan yang merupakan kenaikan bersih atas modal, setelah
dikurangi pajak.
d. Laba ditahan
Laba ditahan merupakan jumlah akumulatif laba bersih dari sebuah
perseroan terbatas dikurangi distribusi laba (income distribution) yang
dilakukan.
Laba merupakan indikator prestasi atau kinerja perusahaan yang besarnya
tampak di laporan keuangan, tepatnya laba rugi. Wild, dan Halsey (2005)
mendefenisikan laba sebagai indikasi profitabilitas perusahaan. Laba
merupakan cerminan pengembalian kepada pemegang ekuitas untuk periode
bersangkutan.
Jenis laba yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah laba bersih
sebelum pajak karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bank
syariah melakukan perataan laba dengan menggunakan pos laba bersih
sebelum pajak
