Diversitas Usia

Diversitas usia merupakan salah satu faktor berpengaruh dalam
pembentukan perilaku dan cara bekerja seseorang (Puji, 2017). Usia dewan
merupakan salah satu jenis pengukuran diversitas dewan yang mempunyai
pengaruh terhadap nilai perusahaan (Kristina & Wiratmaja, 2018). Keragaman
usia dilihat dari jajaran dewan dan dianggap sebagai bagian dari modal manusia,
karena usia dapat mencerminkan pengalaman dan pengambilan risiko Darmadi &
Sonnenfeld, dalam (Irwansyah et al., 2020). Pada peningkatan usia suatu
perusahaan dapat meningkatkan kemampuan ilmu yang merupakan hasil
keterampilan, pengetahuan dan pengalaman yang pernah diraih selama ini. Dewan
yang memiliki berbagai kelompok usia dapat memiliki perspektif dan
keterampilan yang berbeda-beda. Dewan perusahaan terdiri dari direktur usia
dewasa dini dimulai usia delapan belas sampai empat puluh tahun, usia madya
yang dimulai empat puluh sampai enam puluh tahun dan usia lanjut dimulai enam
puluh tahun sampai kematian. Menurut Dagsson & Larsson, dalam (Saputra,
2019), beberapa contoh keuntungan dari usia anggota dewan yang lebih beragam
antara lain pada usia masa dewasa dini pertumbuhan dan perkembangan dengan
komputer dan internet, dengan adanya generasi muda pada anggota dewan dapat
memberikan banyaknya informasi dan pengalaman yang lebih baik pada bisnis
online perusahaan.
Berbeda dengan usia dewasa madya, mereka mempunyai banyak
pengalaman pekerjaan lapangan secara langsung dalam karirnya. Pada masa ini,
dalam dunia bisnis diperlukan pengalaman dan segala informasi baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian banyak perusahaan yang
memerlukan keragaman usia (Dagsson & Larsson, dalam 2011). Pada hal tersebut
cenderung memilih masa dewasa madya karena memiliki pengalaman jaringan
dan pengaruh yang kuat yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Anggota
dewan direksi pada usia di atas empat puluh tahun lebih mementingkan keamanan
dari finansial dan karir perusahaan, sedangkan untuk anggota dewan direksi yang
lebih muda cenderung lebih berani untuk mengambil resiko dan selalu memiliki
gagasan baru, tetapi manajer yang lebih tua cenderung lebih menolak risiko
(Hambrick dan Mason dalam Saputra, 2019). Pada usia semakin tua tersebut cara
berfikir sudah sangat matang karena mempunyai pengalaman yang cukup banyak.
Maka hal itu pada usia empat puluh tahun dapat berpengaruh untuk menduduki
jabatan dewan direksi. Dikarenakan dengan berusia masa dewasa madya dapat
memiliki sikap yang bijaksana dalam mengambil keputusan. Dewan direksi yang
dengan usia menengah keatas berada dalam posisi yang kuat untuk mengambil
tanggung jawab karena pengetahuan dan pengalaman mereka yang luas.
Tanggung jawab utama dewan adalah untuk memperoleh sumber daya dan
mengembangkan hubungan dengan lembaga eksternal. Dewan senior yang dengan
memiliki jaringan pribadi yang kuat, dapat memainkan peran penting dalam
proses ini.
Diversitas usia diukur dengan menggunakan proposi jumlah anggota
dewan yang berusia lebih dari empat puluh (Puji, 2017)
Usia = Jumlah Usia Dewan Direksi ≥ 40 tahun
Jumlah Dewan Direksi