Pada saat ini, pentingnya keunggulan bersaing sangat besar. Pada dasarnya
keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang perusahaan mampu ciptakan
untuk pembelinya. Setiap perusahaan yang bersaing dalam suatu lingkungan
industri mempunyai keinginan untuk dapat lebih unggul dibandingkan
pesaingnya. Reniati (2013:45) menyebutkan bahwa competitive Advantages
adalah sebuah konsep yang atraktif dalam berbagai level studi. Termasuk
dalam level perusahaan, individu, mikroekonomi untuk kebijakan industry
level ekonomi menentukan posisi keunggulan dari ekonmi nasional.
Persaingan adalah inti dari kesuksesan atau kegagalan perusahaan.
Terdapat dua sisi yang ditimbulkan oleh persaingan, yaitu sisi kesuksesan yang
saling mendorong perusahaan untuk lebih dinamis dan bersaing dalam
menghasilkan produk serta memberikan layanan terbaik bagi pasarnya,
sehingga persaingan dianggapnya sebagai peluang yang memotivasi.
Sedangkan sisi lainnya adalah kegagalan karena akan memperlemah
perusahaan-perusahaan yang bersifat statis, takut akan persaingan dan tidak
mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas, sehingga persaingan
merupakan ancaman bagi perusahaannya.
Menurut Kotler dan Amstrong (2013:311) Keunggulan Bersaing adalah
keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai lebih
rendah maupun dengan memberikan manfaat lebih besar karena harganya lebih
tinggi.
Menurut Porter (2014:1) Keunggulan Bersaing adalah jantung kinerja
perusahaan didalam pasar yang bersaing, namun setelah beberapa dasawarsa
adanya perluasan dan kemamkuran yang hebat mengakibatkan banyak
perusahaan kehilangan pandangan mengenai keunggulan bersaing dalam upaya
perjuangan untuk lebih berkembang.
Sedangkan menurut Day dan Wesley dalam Freddy (2012:91)
Keunggulan bersaing merupakan suatu proses yang dinamis untuk mencapai
kenggulan-keunggulan yang akan membuat perusahaan menghasilkan
keuntungan di atas rata-rata industri sejenis.
Dua elemen dari keunggulan bersaing menurut Walker (2019:50) adalah:
1. Memposisikan lini produk yang efektif dibandingkan pesaing
2. Mempertahankan posisi sumber daya pasar dalam melawan pesaing
