Priansa (2016, p.291) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan sekumpulan
perasaan karyawan terhadap pekerjaannya, apakah senang atau tidak senang
sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau sebagai
persepsi sikap mental, juga sebagai hasil penilaian karyawan terhadap
pekerjaannya. Perasaan karyawan terhadap pekerjaannya mencerminkan sikap dan
perilakunya dalam bekerja.
Menurut Hartatik (2014, p.225) Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat
individual. Setiap karyawan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai
dengan nilai-nilai yang berlaku pada dirinya. Hal ini disebabkan karena adanya
perbedaan pada masing-masing karyawan. Seorang yang puas lebih menyukai
situasi pekerjaannya dari pada karyawan yang tidak puas. Dan semakin banyak
aspek-aspek pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut, maka
semakin tinggi kepuasan yang dirasakan dan sebaliknya.
Menurut Edison, Anwar dan Komariyah (2016, p.213) menyebutkan bahwa
kepuasan kerja merupakan seperangkat perasaan karyawan tentang hal-hal yang
menyenangkan atau tidak terhadap suatu pekerjaan yang mereka hadapi.
Kepuasan kerja yang tinggi merupakan ciri suatu organisasi yang dikelola dengan
baik dan pada dasarnya merupakan hasil kepemimpinan yang efektif
