Kepemimpinan Perempuan

Pandangan orang tentang pemimpin perempuan identik dengan
ketidakmampuan seorang perempuan untuk dapat memimpin, apalagi untuk
memimpin suatu perusahaan atau instansi yang cukup besar. Hal tersebut yang
kadang membuat pandangan posisi perempuan di bawah laki-laki. Namun, seperti
penelitian yang dilakukan oleh Vasavada (2014) bahwa pemimpin perempuan
memiliki keunggulan dalam strategi pengembangan hubungan masyarakat dan
rajin berpartisipasi dalam kegiatan hubungan masyarakat pula.
Pemimpin perempuan juga harus memberikan contoh yang baik bagi
karyawannya serta memberikan bimbingan kepada karyawannya agar tidak terjadi
kesalahan dalam pekerjaannya. Menurut Kanter (1997:233) ada empat faktor yang
mempengaruhi gaya kepemimpinan perempuan yaitu :
a. The Mother (keibuan)
Pemimpin perempuan terkadang menjadikan dirinya sebgai ibu dari
karyawan-karyawannya. Ibu yang memiliki sifat sangat dekat dengan anak-
anaknya, yang di dalam organisasi anak diasumsikan sebagai bawahan atau
karyawan. Dengan itu, karyawan menjadi lebih terbuka dengan pemimpin mereka.
Masing-masing dari mereka bias saja membawa masalah pribadi mereka dan
mengharapkan kenyamanan dari sang ibu. Pemimpin perempuan identik dengan
sifat yang simpatik, pendengar yang baik, dan mudah untuk diajak bercerita
mengenai masalah pribadi. Kanter (1977:234) menjelaskan bahwa role–mother ini
adalah peran yang aman bagi pemimpin perempuan. Pemimpin perempuan
dengan tipe the mother jarang mendapat kekerasan fisik maupun psikis dalam sisi
seksual.
Dengan tipe ini, kadang pemimpin perempuan juga terlalu diharapkan
menjadi “the good mother” dimana ibu adalah orang yang tidak kritis dalam
berbagai hal dan bias menerima semua kekurangan dari anak-anaknya, sehingga
menjadi kurang baik bagi lingkungan kerja dimana menjadi orang yang sangta
kritis itu diperlukan.
b. The Pet (kesayangan)
Pemimpin perempuan diposisikan sebagai seorang maskot dalam
organisasinya dikarenakan pemimpin perempuan dianggap memiliki peran yang
dapat menghibur dan menyenangkan karyawannya. Pemimpin dengan sifat the pet
ini adalah seorang pemimpin perempuan yang senang bersenda gurau dan
memotivasi bawahannya.
Pemimpin dengan tipe the pet juga diharapkan untuk mengagumi sosok
seorang lelaki, namun tidak untuk berhubungan dengan mereka. Kanter
(1977:235) menyebutkan bahwa seorang perempuan yang menyatakan suatu
masalah dalam forum berisikan mayoritas laki-laki dan komentar yang
dikeluarkan oleh laki-laki tersebut adalah tentang kemampuan ia berkomunikasi
bukan mengenai isi dari permasalahan yang diutarakan oleh pemimpin perempuan
yang dikatakan tadi. Hal yang sama jika dilakukan oleh laki-laki dianggap sebagai
sebuah kompetisi, namun apabila dilakukan oleh perempuan kemudian dianggap
sebagai “tingkah cerewet”
c. The Seductrees (Objek Seksual)
Kepemimpinan perempuan yang ada berdasarkan kompetisi seksual dan
kecemburuan. Kanter (1977:234) menjelaskan bahwa pemimpin perempuan
dengan sifat ini memiliki tensi lebih tinggi ketimbang role – the mother.
Diasumsikan bahwa role seorang pemimpin dengan sifat the mother bisa memiliki
banyak anak atau karyawan, namun dengan sifat the seductrees yang secara
seksual menarik, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Meskipun tidak disadari,
namun pemimpin perempuan dengan sifat the seductrees ini sering berperilaku
menggoda dan terkadang merendahkan dirinya sendiri. Dapat dikatakan juga sifat
the seductrees ini, pemimpin perempuan sering membuat konflik dalam
lingkungan kerjanya.
d. The Iron Maiden (perempuan besi)
Perempuan kuat, inilah yang identik dengan sifat the iron maiden. Sifat
ini berbeda dibandingkan tiga sifat kepemimpinan perempuan yang lainnya.
Kanter (1977:236) menjelaskan bahwa pemimpin perempuan dengan sifat ini
menginginkan posisi yang setara dengan siapa pun dia bekerja dan menunjukkan
kompetensi dengan penggunaan hak asasinya secara penuh. Pemimpin ini juga
teradang terjebak dalam situasi yang keras dan agresif dimana ada kemungkinan
dirinya menerima “pengasingan” dari para karyawannya.
Pemimpin dengan sifat ini dikenal gigih dalam bekerja, baik secara
individu maupun secara kelompok. Dikarenakan sifatnya yang keras, pemimpin
dengan sifat the iron maiden ini sukar untuk jatuh ke dalam godaan, tidak seperti
sifat the pet dan the seductrees. Terlebih lagi, mereka sukar untuk mendapatkan
partner atau relasi yang cocok dan saling memberi simpati jika mempunyai
masalah.