Peran sosial merupakan sikap atau perilaku yang dilekatkan pada seseorang
berdasarkan status sosial yang dimiliki individu tersebut dalam masyarakat. Jika
status sosial yang dimiliki seseorang tinggi, maka peran sosial yang dimiliki dan
diemban orang tersebut juga tinggi. Peran sosial juga dapat dianggap sebagai
kewajiban yang secara langsung didapatkan berdasarkan status sosial individu
tersebut. Peran sosial dianggap sangat penting dalam masyarakat karena peran
sosial merupakan sistem yang menentukan sikap dan perilaku seseorang dalam
masyarakat.
Peran sosial juga dapat berupa aktivitas seseorang dalam partisipasinya
dalam kegiatan masyarakat. Pengambilan atau partisipasi peran ini bergantung pada
harapan masyarakat dan atau pada kemampuan individu yang memutuskan untuk
berpartisipasi. Peran sosial juga mencakup hak dan kewajiban seorang individu
yang disesuaikan dengan status sosial yang dimilikinya. Hak dan kewajiban serta
peran yang dimiliki oleh seorang shogun pastinya berbeda dengan peran yang
dimiliki oleh masyarakat biasa. Peran sosial pengawal juga berbeda dengan peran
sosial shogun. Kewajiban yang diemban oleh shogun dan pemimpin politik dengan
anggota harem dan masyarakat biasa tentu saja berbeda.
Konsep kepentingan diri dan peran sosial sangatlah berhubungan. Setiap
individu pasti akan merasa berhasil dalam hidupnya apabila telah diakui orang
sekitarnya atau merasa mampu menghadapi dan melaksanakan kepentingan atau
kewajiban yang ia miliki dalam masyarakat. Maka dari itu, memiliki peran sosial
yang penting dalam masyarakat pun selalu diangankan oleh setiap individu. Peran
sosial yang tinggi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan sosial
bermasyarakat.
Setiap individu dalam suatu kelompok atau masyarakat memiliki peran
sosialnya masing-masing. Apabila individu tersebut telah melakukan hak dan
kewajibannya, maka individu tersebut telah melaksanakan perannya (Soerjono
Soekanto, 2013:243). Dapat disimpulkan bahwa peran sosial adalah hak dan
kewajiban yang mengatur bagaimana seseorang berperilaku dan merupakan faktor
yang menentukan individu tersebut telah diterima ke dalam masyarakat.
Dalam berjalannya sistem status dan peran sosial ini, dapat terjadi juga
perubahan sosial. Menurut Harper (2011:5), perubahan sosial merupakan suatu
fenomena yang menandakan terjadinya suatu perubahan yang signifikan atau
berperan besar pada struktur sosial masyarakat. Ada beberap jenis perubahan sosial
yang dapat terjadi dalam struktur sosial. Perubahan yang pertama merupakan
perubahan yang berkaitan dengan peran atau status yang bersifat baru dalam
struktur sosial sejarah kehidupan manusia. Contoh dari perubahan ini dapat terlihat
dalam perubahan peran dan fungsi perempuan dan laki-laki dalam masyarakat.
Sebelumnya, perempuan dianggap sebagai subjek yang akrab dengan permasalahan
keluarga dan rumah tangga. Namun, pada masyarakat modern pada saat ini,
perempuan dapat ikut berpartisipasi aktif dalam bidang lain yang sebelumnya hanya
ditempati laki-laki. Perubahan kedua adalah perubahan dalam hubungan struktur
sosial. Perubahan ini dapat berupa perubahan alur kerja lembaga pemerintahan
Perubahan sosial ketiga yaitu perubahan dalam fungsi-fungsi struktur.
Perubahan ini dapat terlihat bahwa pada kebiasaan tradisional, keluarga merupakan
subjek penting dalam pendidikan anak-anaknya. Sedangkan pada masyarakat
modern, pendidikan anak umumnya dilakukan oleh sekolah atau pendidikan yang
bersifat lebih formal.
Peran dan status seseorang dapat terlihat melalui bagaimana keterlibatan
individu itu sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan bermasyarakat itu
mencakup kehidupan berkeluarga, sosial dan lainnya. Kehidupan bermasyarakat ini
memperlihatkan status dan peran serta hubungan antar individu yang tergabung
dalam kelompok sosial tersebut. Sistem masyarakat yang terbentuk sedemikian
rupa inilah yang kemudian disebut sebagai sistem sosial. Status dan peran seseorang
merupakan unsur yang menjadi bagian dalam suatu sistem sosial. Dengan status
dan peran seorang individu tersebut, dapat ditentukan sifat dan tingkatan kewajiban
serta tanggung jawab yang akan diemban di dalam kelompok di mana individu
tersebut terlibat.
Status yang dimiliki seseorang dapat disimpulkan sebagai sekumpulan
tanggung jawab, hak dan kewajiban yang telah ditentukan oleh sistem masyarakat
sebagai sesuatu yang diemban individu tersebut. Sedangkan pola tingkah laku yang
diharapkan dari individu itu sendiri dapat diartikan sebagai faktor yang menjadi
landasan dari penentuan status sosial individu tersebut. Status dan peran sosial
tersebut saling berhubungan sehingga menjadi penunjang satu sama lain dan
membentuk sistem sosial yang berlaku dalam masyarakat saat ini.
Pembagian sosial ini telah lama menjadi sistem yang membentuk
masyarakat luas. Namun, sistem ini perlahan-lahan telah mengalami perubahan
pada masyarakat tertentu. Perubahan kecil ini dapat dilihat dalam fungsi pria dan
wanita dalam bidang rumah tangga. Dapat terlihat pula pada laki- laki sebagai
17
suami yang bekerja untuk keluarga sedangkan istrinya bekerja mengurus rumah
tangga dan keluarga.
