Kesetaraan gender adalah seperti sebuah frasa (istilah) suci yang sering
diucapkan oleh para aktivis sosial, kaum feminis, politikus, bahkan hampir oleh
para pejabat negara. Istilah kesetaraan gender dalam tataran praktis, hampir selalu
diartikan sebagai kondisi ketidaksetaraan yang dialami oleh para perempuan.
Maka istilah kesetaraan gender sering terkait dengan istilah-istilah diskriminasi
terhadap perempuan, seperti subordinasi, penindasan, kekerasan dan semacamnya.
Persoalan perempuan berkaitan dengan masalah kesetaraan gender ini
memang dapat mengundang rasa simpati yang cukup besar dari masyarakat luas.
Konsep kesetaraan gender ini memang merupakan suatu konsep yang sangat rumit
dan mengundang kontroversi. Hingga saat ini belum ada konsensus mengenai
pengertian dari kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ada yang mengatakan
bahwa kesetaraan yang dimaksud adalah kesamaan hak dan kewajiban, yang
tentunya masih belum jelas. Kemudian ada pula yang mengartikannya dengan
konsep mitra kesejajaran antara laki-laki dan perempuan, yang juga masih belum
jelas artinya.
