Berita kekerasan seksual adalah berita yang memuat tentang kasus-kasus
kekerasan seksual yang terjadi dimanapun. Kekerasan seksual salah satu topik
pemberitaan yang paling sering muncul di media massa. Maraknya kasus kekerasan
seksual, membuat para jurnalis tertarik untuk mengangkat pemberitaan dan
mengikuti perkembangan kasus hingga selesai. Isu kekerasan seksual menjadi
penting dan kompleks karena korban memiliki ruang yang sangat unik, dan
persoalan relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban menjadi akar dari
kasus kekerasan seksual (Harahap & Elfiandri, 2021). Jika dilihat dari perspektif
kritis dan mendalam, berita kekerasan seksual masih tidak fokus pada penderitaan
pelaku sebagai korban, tetapi lebih menekankan pada sensibilitas dan drama dalam
pemberitaan.
Pemberitaan tentang kekerasan seksual yang ada di media diibaratkan
sebagai dua mata pisau dimana pada satu sisi dimaksudkan untuk memberikan efek
jera bagi pelaku, namun juga menjadikan korban kekerasan seksual sebagai korban
kedua dalam pemberitaan media.Ini dilakukan demi mendapatkan banyak pembaca
dan mengesampingkan apa yang dirasakan oleh korban. Dalam pelaksanaan hak-
hak korban, terlihat beberapa media masih bias dalam penggunaan bahasa di
pemberitaan, menstigmatisasi korban sebagai pemicu kekerasan, dan memandang
korban dengan stereotip (Hartari, Gelgel, & Purnawan, 2018).
Jika dikaitkan pada portal berita Detik.com sebagai subjek penelitian,
ternyata Detik.com masih memberitakan korban kekerasan seksual dengan
menggunakan diksi-diksi yang bias dan cenderung menjatuhkan korban dalam
pemberitaannya.
