Pengaruh Konstruksi Gender terhadap Pembentukan keluarga sakinah

Konstruksi gender yang berkembang di masyarakat dapat
mempengaruhi pembentukan keluarga. Keluarga yang memegang erat
budaya patriarkhis yang bias gender terhadap kecenderungan lahirnya
diskriminasi gender. Pada umumnya perempuan dipandang memiliki
status, peran dan tanggung jawab serta hak-hak lebih rendah dari laki-
laki. Sebaliknya konstruksi keluarga yang dibangun atas dasar
kesetaraan dan keadilan gender dapat menghapus gender stereotype,
subordinasi, marjinalisasi, beban ganda, dan kekerasan dalam keluarga.
Menurut analisis gender, tujuan perkawinan akan tercapai jika
di dalam keluarga dibangun atas dasar berkesetaraan dan berkeadilan
gender. Kesetaraan dan keadilan gender dalam keluarga merupakan
kondisi dinamis, dimana suami istri dan anggota keluarga lainnya,
sama-sama memiliki hak, kewajiban, peranan dan kesempatan yang
dilandasi oleh saling menghormati, menghargai, saling membantu
dalam kehidupan keluarga.
Untuk mengetahui apakah laki-laki dan perempuan dalam
keluarga telah setara dan berkeadilan, maka dapat dilihat pada
(Mufidah, 2008 : 52) :
a. Seberapa besar partisipasi aktif laki-laki dan perempuan
baik dalam perumusan dan pengambilan keputusan atau
perencanaan maupun dalam pelaksanaan segala kegiatan
keluarga baik dalam wilayah domestik maupun publik.
b. Seberapa besar akses dan kontrol serta pengusaan
perempuan dalam berbagai sumber daya manusia maupun
sumberdaya alam yang menjadi aset keluarga, seperti hak
waris, hak memperoleh pendidikan dan pengetahuan,
jaminan kesehatan, hak-hak reproduksi dan sebagainya.
c. Seberapa besar manfaat yang diperoleh perempuan dari
hasil pelaksanaan berbagai kegiatan, baik sebagai pelaku
maupun sebagai pemanfaat dan penikmat hasil dari aktifitas
dalam keluarga.
Dengan demikian sampailah pada kesimpulan bahwa perlu
melakukan adaptasi dan perubahan keluarga bias gender menuju
keluarga berkesetaraan gender sebagai upaya mewujudkan tujuan
perkawinan yaitu membangun keluarga bahagia, sakinah, mawadah wa
rahma sebagaimana prinsip membangun keluarga dalam Islam