Kebijaksanaan Jumlah Modal Kerja

Ada beberapa cara yang digunakan dalam menetukan komposisi pembelanjaan
perusahaan (Kamarudin Ahmad, 1997:15-18) yaitu:
1. Pendekatan Agresif
Menurut konsep ini keseluruhan jangka pendek harus dibiayai dengan
pinjaman jangka pendek, sedangkan kebutuhan jangka panjang dibiayai
dengan pinjaman atau modal jangka panjang, tetapi sebagian dari aktiva
lancer permanennya dibiayai dengan kredit jangka pendek.
2. Pendekatan Konservatif
Pendekatan ini menyatakan bahwa seluruh proyeksi kebutuhan modal
perusahaan harus dibiayai dengan modal jangka panjang, sedangkan
modal jangka pendek akan digunakan hanya apabila timbul keadaan
darurat atau karena adanya arus kluar yang tidak digunakan sebelumnya.
3. Pendekatan Moderat
Dalam pendekatan ini, perusahaan berusaha mempertemukan masa jatuh
tempo antara harta dan kewajiban dengan setepat-tepatnya. Jika harta
permanen bertambah, maka akan dibiayai dengan modal sendiri dan
hutang jangka panjang juga bagian permanen dari kewajiban lancer yang
spontan.