Penentuan jumlah modal kerja yang dianggap cukup bagi suatu perusahaan
dipengaruhi beberapa factor sebagai berikut:
1. Sifat atau tipe perusahaan
Modal kerja dari perusahaan jasa relative akan lebih rendah daripada
kebutuhan modal kerja perusahaan industry. Perusahaan jasa biasanya
memiliki atau harus menginvestasikan modal –modalnya sebagian besar
pada aktiva tetap yang digunakan untuk memberikan pelayanan atau
jasanya kepada masyarakat.Sebaliknya perusahaan industry harus
mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancer agar
perusahaannya tidak mengalami kesulitan dalam operasinya sehari-hari.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang
yang akan dijual serta harga persatuan dari barang tersebut. Semakin
panjang waktu yang dibuthkan untuk memproduksi barang atau untuk
memperoleh barang tersebut, maka akan semakin besar pula modal kereja
yang dibutuhkan. Selain itu, harga pokok persatuan barang yang semakin
besar juga akan membutuhkan modal kerja makin besar pula.
3. Syarat pembelian bahan baku atau barang dagangan
Jika syarat kredit yang diterima pada waktu pembelian menguntungkan ,
semakin sedikit uang kas yang harus disediakan untuk diinvestasikan
dalam persediaan bahan ataupun barang dagangan.
4. Syarat penjualan
5. Semakin lunak kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada para pembeli
akan mengakibatkan semakin banyak jumlah modal kerja yang harus
diinvestasikan dalam piutang.
6. Tingkat perputaran persediaan
7. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan maka jumlah modal kerja
yang dibutuhkan semakin rendah.
