Pengertian Modal Kerja

Menurut Agnes Sawir(2001:129) modal kerja adalah keseluruhan aktiva lancer
yang dimiliki perusahaan, atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus
tersedia untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari.
Zulian Yumit (2001:123) menyatakan bahwa modal kerja adalah investasi
perusahaan dalam jangka pendek yang melekat pada aktiva lancer seperti kas,
surat-surat berharga, piutang dan persediaan.
Bambang Riyanto (2001:57-58) membagi pengertian modal kerja kedalam tiga
konsep yaitu:
1. Konsep kuantitatif
Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam
unsure-unsur aktiva lancer dimana dana yang tertanam didalamnya akan
dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek.Dengan demikian modal kerja
menurut konsep ini adalah keseluruhan jumlah aktiva lancer.Modal kerja
dalam program ini sering disebut modal kerja bruto (gross working
capital).
2. Konsep Kualitatif
Pengertian modal kerja dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancer
dan hutang yang segera harus dibayar.Sebagian dari aktiva lancer ini harus
disediakan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera
dilakukan, dimana bagian aktiva lancer ini tidak boleh digunakan untuk
membiayai operasi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Modal kerja
dalam konsep ini merupakan kelebihan aktiva lancer atas hutang lancer
disebut ,odal kerja neto (net working capital)
3. Konsep Fungsional
Konsep ini medasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan
pendapatan. Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam
perusahaan dimaksudkan untuk mendapatkan pendapatan,. Ada sebagian
dana yang digunakan dalam satu periode akuntansi tersebut yang
seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut, dan
ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tersebut tetapi
tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan.