Menurut Riyanto (2015:32), faktor-faktor yang perlu diperhatikan
dalam menentukan likuiditas dapat dibagi dalam tiga bagian sebagai berikut:
1) Besarnya Investasi pada Harta Tetap Dibandingkan dengan Seluruh Dana
Jangka Panjang
Pemakaian dan untuk pembelian harta tetap adalah salah satu sebab
utama dari keadaan tidak likuid. Jika makin banyak dana perusahaan yang
dipergunakan untuk harta tetap, maka sisanya untuk membiayai kebutuhan
jangka pendek tinggal sedikit. Oleh karena itu, rasio likuiditas menurun.
Kemerosotan tersebut hanya dapat dicegah dengan menambah dana jangka
panjang untuk menutup kebutuhan harta tetap yang meningkat.
2) Volume Kegiatan Perusahaan
Peningkatan volume kegiatan perusahaan akan menambah kebutuhan
dana untuk membiayai harta lancar. Sebagian dari kebutuhan tersebut sudah
dipenuhi dengan meningkatkan hutang-hutang, tetapi jika hal-hal lain tetap,
investasi dan jangka panjang untuk membiayai tambahan kebutuhan modal
kerja sangat diperlukan agar rasio dapat dipertahankan.
3) Pengendalian Harta Lancar
Apabila pengendalian yang kurang baik terhadap besarnya
investasi dalam persediaan dan piutang menyebabkan adanya investasi
yang melebihi daripada yang seharusnya, maka sekali lagi rasio akan
turun dengan tajam, kecuali disediakan lebih banyak dan jangka panjang.
Kesimpulannya ialah bahwa perbaikan dalam pengendalian investasi
semacam itu akan dapat memperbaiki rasio likuiditas.
