Modal kerja adalah salah satu yang sangat penting bagi perusahaan
karena perusahaan selalu membutuhkan modal kerja agar dapat membiayai
kegiatan perusahaannya sehari-hari, misalnya untuk membeli persediaan
barang dagangan, membayar upah buruh, gaji karyawan dan sebagainya.
Dimana dana yang sudah dikeluarkan diharapkan bisa cepat kembali lagi
masuk kedalam kas perusahaan melalui hasil penjualan. Jika tidak ada
modal kerja dalam perusahaan, maka akan menghambat proses
kelangsungan hidup perusahaan tersebut dalam pembiayaan operasional
perusahaan.
Adanya modal kerja yang berlebihan mengindikasikan adanya dana yang
tidak produktif dan hal ini memberikan kerugian karena dana yang tersedia tidak
digunakan untuk kegiatan perusahaan. Sebaliknya, kekurangan modal kerja
merupakan penyebab utama kegagalan perusahaan dalam menjalankan
perusahaannya. Keefektifan penggunaan modal kerja dapat diukur dengan
menggunakan rasio perputaran modal kerja ( Working Capital Turnover).
