Menurut Riyanto (2015: 57-59) dapat dikemukakan adanya beberapa
konsep, yaitu:
1. Konsep kuantitatif
Konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam
dalam unsur-unsur aktiva lancar di mana aktiva ini merupakan aktiva
yang sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva di mana
dana yang tertanam di dalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu
yang pendek. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah
keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.
2. Konsep kualitatif
Apabila pada konsep kuantitatif modal kerja itu hanya dikaitkan
dengan besarnya jumlah aktiva lancar saja, maka pada konsep
kualitatif ini pengertian modal kerja juga dikaitkan dengan besarnya
jumlah utang lancar atau utang yang harus segera dibayar. Dengan
demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk
memenuhi kewajiban finansial yang harus segera dilakukan, di mana
bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai
operasinya perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Oleh karenanya
maka modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva
lancar yang benar-benar digunakan untuk membiayai operasinya
perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu yang merupakan
kelebihan aktiva lancar di atas utang lancarnya. Modal kerja dalam
pengertian ini sering disebut modal kerja neto (net working capital).
3. Konsep Fungsional
Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan
pendapatan (income). Setiap dana yang dikerjakan atau digunakan dalam
perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan. Ada
sebagian dana yang digunakan dalam suatu periode accounting tertentu
yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tersebut
(current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama
periode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan
“current income”.
