Menurut Emmons, McCullough, dan Tsang (2004) kebersyukuran
merupakan suatu rumusan atau pola yang sudah berkembang diberbagai
berbagai lingkup yang berbeda-beda seperti, kebijakan bermoral, bersikap,
tingkat emosi, kebiasaan, ciri-ciri kepribadian, serta respon dalam mengatasi
berbagi permasalahan. Adanya bersyukur mengingatkan individu akan
bagaimana kita sebagai manusia diberi kesempatan untuk dapat merasakan
berbagai perasaan, keadaan serta harapan yang sesuai dan yang tidak sesuai
dengan apa yang telah diangankan. Bersyukur mengajarkan manusia untuk
dapat menikmati berbagai situasi serta keadaan yang akan menghampiri.
Begitupun dari segi kehidupan individu yang bekerja atau karyawan,
meskipun pekerjaaan yang dimiliki tak sesuai harapan atau lingkungan kerja
yang tidak cocok tak membuat menyerah dalam menjalaninya. Situasi
tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya menjadi lebih baik.
“Karena rahmat-Nya, dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya
kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari
sebahagian dari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur kepada-Nya
QS. Al Qashas (73)”
Oleh karena itu, dengan bersyukur dapat membantu para karyawan
untuk dapat menikmati keterlibatan dirinya terhadap pekerjaan dan
perusahaan tempat mereka bekerja. Rachmawati (2013) menjelaskan
keterlibatan kerja karyawan memiliki kaitan yang kuat dengan hasil dari
berbagai bisnis yang penting seperti: bersedianya karyawan untuk tetap
bekerja di suatu perusahaan, meningkatnya produktivitas, meningkatnya
keuntungan, loyalitas dan kenyamanan pelanggan. Semakin karyawan
memiliki rasa keterikatan yang tinggi dengan perusahaan, maka semakin
meningkat pula pertumbuhan pendapatan bisnis tersebut. Haerani (2007)
menjelaskan karyawan yang memiliki keterlibatan tinggi ditunjukkan dengan
sikap kepedulian serta kemampuan dalam memahami nilai-nilai bisnis dan
kerja sama dalam hal memperbaiki kinerja dari kelompok kerjanya demi
keuntungan bagi perusahaan. Karyawan yang memiliki keterlibatan yang
tinggi berarti ia telah mampu menyadari betapa penting dan berharganya
pekerjaan yang dimiliki serta dampak positif yang diperoleh untuk dirinya
serta tempat ia bekerja. Hal tersebut menujukkan bahwa betapa pentingnya
keterlibatan karyawan untuk dimiliki setiap individu dalam bekerja. Oleh
karena itu peneliti ingin mebuktikan apakah dengan memiliki rasa syukur
dalam diri dapat memberi pengaruh terhadap keterlibatan karyawan dalam
peran untuk ikut memajukan organisasi atau perusahaan tempat mereka
bekerja.
Adanya bersyukur mampu membantu individu/karyawan dalam
menikmati serta menjalani beban kerja yang dimiliki dari yang awalnya
mereka merasa terbebani dengan berbagai permasalahan dari dalam diri serta
dari pekerjaan menjadi menikmati rangkaian atau proses dari bekerja tersebut.
Sehingga karyawan tersebut memiliki keterlibatan yang positif dengan
pekerjaan serta organisasi/perusahaan tempat mereka bekerja.
