Aspek yang digunakan untuk variable keterlibatann kerja karyawan yakni dari
Schaufeli & Bakker (2003) memikliki tiga karakterisitik dalam keterlibatan
kerja karyawan, diantaranya yaitu :
a. Vigor (Kekuatan)
Dicirikan dengan tingkatan semangat, energi, serta ketangguhan atau
kekuatan mental dalam bekerja. Serta adanya keinginan untuk
memberikan usaha yang terbaik dalam bekerja dan ketika menghadapi
kesulitan.
b. Dedication (Dedikasi)
Dicirikan denga perasaan yang antusias, dan ingin terlibat secara utuh
serta memiliki kebanggaan terhadap pekerjaan yang dimiliki.
c. Absorption (Keasyikan)
Dicirikan dengan kemapuan dalam berkonsentrasi secara penuh serta
kemampuan dalam menikmati pekerjaan yang dimiliki. Sehingga merasa
waktu pada saat bekerja berlalu begitu cepat.
Schaufeli & Bakker (2008) menjelaskan bahwa karyawan yang
memiliki keterlibatan kerja yang tinggi dicirikan dengan istilah 3S (Say,
Stay, dan Strive). Say maksudnya adalah secara konsisten kemampuan
berbicara dalam konteks yang positif dalam hal organisasi dimana
karyawan yang bekerja kepada rekan kerja, calon karyawan baru serta
terhadap pelanggan. Stay maksudnya adalah memiliki keinginan untuk
menjadi anggota tetap dalam suatu organisasi atau perusahaan. Strive
maksudnya adalah menyumbangkan waktu yang dimiliki, tenaga dan
kekuatan serta inisiatif dalam berkontribusi terhadap kesuksesan bisnis
organisasi/instansi. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan
bahwa keterlibatan karyawan dibentuk oleh tiga aspek yakni Vigor
(kekuatan, semangat), Dedication (berperan penuh terhadap kemajuan
organisasi/perusahaan), Absorption (keasyikan/terlalu menikmati pekerjaan
yang dimiliki)
