Menurut Luthans (2011) bahwa kepuasan kerja memiliki
beberapa dimensi, yaitu :
1. Pekerjaan itu sendiri
Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawanpastinya memerlukan keterampilan yang di milikinyasekaligus merasa bahwa keahliannya dibutuhkan dalampekerjaan tersebut atau tidak. Jika karyawan merasa bahwapekerjaan yang dilakukan itu menarik, maka karyawanakanmerasa termotivasi dalam melakukan pekerjaan danpuasterhadap pekerjaan tersebut. 2. Gaji
Karyawan menganggap bahwa gaji adalah bagaimanamanajemen di dalam organisasi memandang kontribusi
mereka selama melakukan pekerjaan. Karyawan yangtelahmelakukan pekerjaan pasti mendapatkan gaji yangdihasilkan dari jerih payahnya, sehingga gaji yang diterimaoleh karyawan harus bersifat adil karena mempengaruhi
kepuasan kerja dalam diri karyawan. 3. Promosi
Promosi merupakan suatu penghargaan yaitu proseskenaikan jabatan dari satu jabatan ke jabatan yanglebihtinggi. Karyawan yang di promosikan akan memiliki porsi
lebih tinggi dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, sertawewenangnya. Hal tersebut mendorong karyawan untuklebih maju dan lebih semangat dalam bekerja.
4. Pengawasan
Seorang atasan dalam melakukan pengawasan terhadapkaryawan bisa dengan cara memberikan kepedulian melalui
komunikasi dengan karyawan, memeriksa kinerja karyawan, memberikan nasihat serta bantuan kepada karyawan secaraindividu. Jika suara karyawan dianggap dalamprosespengambilan keputusan maka karyawan akan merasadi
perhatikan dan dihargai. 5. Kelompok Kerja
Jika dalam perusahaan memiliki rekan kerja yangpeduli, ramah, mampu diajak dalam bekerja sama maka hal
tersebut sekaligus menjadi sumber dukungan satu sama lain, kenyamanan, dan dapat memberikan bantuan antar anggota. Hal tersebut sangat mempengaruhi karyawan dalamkepuasan bekerja karena menimbulkan rasa senang dalamdiri karyawan serta memudahkan dalambekerja. Namunsebaliknya, jika di dalam perusahaan memiliki rekankerjayang buruk maka akan menurunkan kualitas kerja karyawansehingga kepuasan kerja akan menurun. 6. Kondisi kerja
Pengaruh kondisi kerja kurang lebih sama dengankelompok kerja, jika kondisi kerja memiliki lingkunganyang bersih, rapi serta menarik maka karyawan akan merasa
lebih semangat dan mudah dalammenyelesaikanpekerjaannya. Sebaliknya, jika kondisi kerja memiliki
lingkungan yang kotor, panas, berisik maka karyawanakanmerasa lebih sulit dalam menyelesaikan pekerjaannya. Menurut Crow et al (2012) bahwa kepuasan kerjamemiliki beberapa indikator, yaitu :
1. Puas dengan pekerjaan
Jika seorang karyawan melakukan pekerjaan sesuai
dengan kemampuan yang dimilikinya lalu memberikanhasil
yang baik untuk organisasi maka karyawan akan merasapuas dengan pekerjaannya tersebut. 2. Menyukai pekerjaan yang dilakukan
Karyawan yang dapat melakukan pekerjaan sesuai
dengan kemampuannya maka ia dapat menyalurkankemampuannya tersebut untuk organisasi, serta memiliki
lingkungan yang mendukung maka karyawan tersebut akanmenyukai pekerjaan yang dilakukan. 3. Menghabiskan waktu untuk bekerja keras
Jika karyawan merasa puas dengan pekerjaan yangdilakukan berarti karyawan tersebut senang dalammelakukan pekerjaannya serta merasa nyaman, sehingga
mampu menghabiskan waktunya untuk menyelesaikanpekerjannya. 4. Dihargai dalam pekerjaan
Karyawan yang merasa telah melakukan pekerjaannyadengan baik maka akan senang jika dihargai oleh rekankerja maupun atasan organisasi tersebut. 5. Proaktif dalam bekerja
Karyawan yang merasa senang dengan pekerjaannyamaka akan berinisiatif untuk memberikan pengaruhyangbaik dalam organisasinya, serta ingin mencapai tujuanorganisasi sehingga karyawan tersebut merasa puas. 6. Pekerjaan merupakan hal yang penting
Jika seorang karyawan merasa puas dan nyaman denganpekerjaannya maka ia berpikir bahwa pekerjaan yangiamiliki sangat penting bagi hidupnya
