Unsur Experiential Marketing

Schmitt dalam Yuliawan dan Ginting (2016),
mengemukakan bahwa strategi Experiential Marketing terdiri
dari lima unsur penting yaitu : sense, feel, think, act danrelate.
a. Sense (Panca Indera)
Sense merupakan tipe pengalaman (experience) yang
muncul untuk menciptakan pengalaman panca indera melalui
mata, telinga, kulit, lidah dan hidung”. Sense berfokus pada
perasaan dengan tujuan untuk menciptakan pengalaman
melalui Panca indera pelanggan. Pada dasarnya sense yang
diciptakan oleh pelaku usaha dapat berpengaruh positif
maupun negatif terhadap loyalitas.
Mungkin suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh
produsen tidak sesuai dengan selera konsumen atau mungkin
saja konsumen menjadi sangat loyal, dan akhirnya harga
yang ditawarkan oleh produsen tidak menjadi masalah bagi
konsumen.
Dalam sense terdapat tiga strategi yaitu :
1) Pengalaman sebagai pembeda (Sense as Differentiator).
Pengalaman yang diperoleh melalui panca indera (sense)
mungkin melekat pada konsumen, karena tampil dengan
cara yang unik dan spesial. Cara yang dilakukan untuk
menarik konsumen melebihi batas normal sehingga
produk dan jasa tersebut sudah memiliki ciri khusus yang
sudah ada dibenak konsumen.
2) Pengalaman sebagai motivasi (Sense as Motivator).
Sense dapat memotivasi konsumen dengan tidak terlalu
memaksa konsumen, tetapi juga jangan terlalu acuh
terhadap keinginan konsumen.
3) Pengalaman sebagai nilai tambah (Sense as Value
provider).
Sense sebagai nilai tambah dapat memberikan nilai yang
unik kepada konsumen, sense dipengaruhi oleh panca
indera, melalui panca indera konsumen dapat
menentukan nilai suatu produk