Pengertian Experiential Marketing

Konsep pemasaran yang banyak di lakukan perusahaan
untuk saat ini adalah pemasaran yang memperhatikan emosi
konsumen dalam menentukan penggunaan suatu produk atau
jasa, melalui pembentukan pengalaman atas suatu produk atau
jasa yang digunakan yang sering disebut experiential marketing.
Experiential Marketing berasal dari dua kata yaitu experiential
dan marketing. Experiential sendiri berasal dari kata experience
yang artinya sebuah pengalaman dan marketing yang berarti
pemasaran
. Konsep pemasaran tradisional yang memfokuskan
produk pada features dan benefit bagi pelanggan atau konsumen
sudah mulai ditinggalkan perushaan-perusahaan dalam
melakukan strategi pemasarannya. Experiential marketing tidak
hanya sekedar menawarkan featur dan benefit dari suatu produk
untuk memenangkan hati konsumen, tetapi juga harus dapat
memberikan sensasi dan pengalaman yang baik yang kemudian
akan menjadi basis dan dasar bagi loyalitas pelanggan atau
konsumen Menurut kotler Experiental marketing merupakan
pemasaran atas pengalaman dari konsumennya. Semua
pedagang menawarkan jasa, tantangannya adalah menggiring
pelanggan untuk melalui pengalaman-pengalaman yang takkan
terlupakan.
Pada strategi ini, penilaian konsumen berdasarkan
pengalamannya dalam menggunakan produk dan jasa akan
menjadi tolak ukur dari suksesnya kegiatan pemasaran untuk
meningkatkan penjualan.
Menurut Kusumawati Experiental marketing yaitu
menggunakan pendekatan seluruh pengalaman indera, perasaan,
kognisi, fisik, gaya hidup dan hubungan dengan kultur atau
referensi tertentu yang akhirnya mampu memberikan suatu
imajinasi yang berdampak timbulnya nilai pengalaman pada
suatu produk atau jasa.2
Schmitt dalam Kustini (2007) experiential marketing
merupakan cara untuk membuat pelanggan menciptakan
pengalaman melalui panca indera (sense), menciptakan
pengalaman efektif (feel), menciptakan pengalaman berpikir
secara kreatif (think), menciptakan pengalaman pelanggan yang
berhubungan dengan tubuh secara fisik, dengan perilaku dan
gaya hidup serta dengan pengalaman-pengalaman sebagai hasil
dari interaksi dengan orang lain (act), juga menciptakan
pengalaman yang terhubung dengan keadaan sosial, gaya hidup,
dan budaya yang dapat direfleksikan merek tersebut yang  merupakan pengembangan dari sensations, feelings, cognitions
dan actions relate.
Andreani menerangkan bahwa experiential marketig
merupakan pendekatan untuk memberi informasi yang lebih
mengenai suatu produk dan jasa. beberapa definisi mengenai
experiential marketing yang antara lain :
a. Experiential marketing merupakan pendekatan untuk
memberikan informasi mengenai merek dan produk. Hal ini
terkait erat dengan pengalaman nasabah dan sangat berbeda
dengan sistem pemasaran tradisional yang berfokus pada
fungsi dan keuntungan sebuah produk.
b. Experiential marketing merupakan perpaduan prakek dan
pemasaran non tradisional yang terintegrasi untuk
meningkatkan pengalaman pribadi dan emosional yang
berkaitan dengan produk atau jasa.
c. Experiential marketing merupakan refleksi adanya bias dari
otak kanan karena menyangkut aspirasi konsumen untuk
mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan perasaan,
kenyamanan dan kesenangan di suatu pihak dan penolakan
atas ketidaknyamanan dan ketidaksenangan di lain pihak.
Definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
experiential marketing adalah suatu pengalaman nyata
konsumen terhadap merek, produk atau jasa untuk
meningkatkan loyalitas konsumen menggunakan pendekatan
melalui panca indera, perasaan, kognisi, fisik, gaya hidup dan
hubungan. Experiential marketing memberi informasi pada
konsumen untuk mendapatkan pengalaman yang didapat dari
produk atau jasa.