Menurut Alvarez, Busenitz dan Akio dalam Abdullah et al. (2017:4)
“Entrepreneurial competencies are not inborn traits, but rather represent
the abilities that develop from entrepreneurial contexts and experiences that
become the key resources for enterprises and thus fall under the premises of RBV.
RBV is the most prominent theory to investigate competitive advantage by focusing
on core competence and dynamic capability”.
(Kompetensi wirausaha bukan sifat bawaan, tetapi lebih mewakili
kemampuan yang berkembang dari konteks kewirausahaan dan pengalaman yang
menjadi sumber daya utama bagi perusahaan dan dengan demikian berada di bawah
ranah RBV. RBV adalah teori yang paling menonjol untuk menyelidiki keunggulan
kompetitif dengan berfokus pada kompetensi inti dan kemampuan dinamis).
Eddleston et al. dalam Sophie dan Kimberly (2016:4)
“The RBV emphasizes that resources and capabilities do not always lead to
strong performance; they must be appropriately applied and leveraged to lead to a
competitive advantage”.
(RBV menekankan bahwa sumber daya dan kemampuan tidak selalu
mengarah pada kinerja yang kuat; mereka harus diterapkan dan dimanfaatkan
dengan tepat untuk mengarah pada keunggulan kompetitif ).
Hal ini juga diperkuat oleh peneletian terdahulu yang dilakukan oleh
Stellamaris (2013) yang menyebutkan bahwa adanya pengaruh signifikan antara
Resource-Based View dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Keunggulan Bersaing
