Penyebab Komitmen Organisasi

Allen dan Meyer, (1990) membagi penyebab komitmen organisasi berdasarkan tiga
komponen komitmen organisasi, yaitu :
1. Komitmen Afektif (Affective Commitment)
Afektif Komitmen sangat berpengaruh pada pengalaman kerja, terutama
pengalaman atas kebutuhan psikologis karyawan agar merasa nyaman didalam
organisasi dan kompeten dalam peran kerja. Mayer dan Allen (1991) penyebab
komitmen afektif terdiri karakteristik personal, struktur organisasi, dan pengalaman
kerja. Karakteristik personal, menemukan adanya hubungan yang positif antara
masa kerja karyawan dengan komitmen. Struktur organisasi, memiliki relatif
penelitian yang lebih sedikit mengenai hubungan karakteristik organisasi dengan
komitmen. Mayer dan Allen, (1991) pengaruh karakteristik sturktural terhadap
komitmen tidak langsung melainkan dimediasi dengan pengalaman kerja seperti
hubungan karyawan / supervisi, kejelasan peran, dan perasaan kepentingan pribadi
yang terkait dengan karakteristik sturktural.
2. Komitmen Berkelanjutan (Continuance Commitment)
Komitmen berkelanjutan terdiri dari besar dan jumlahnya investasi atau taruhan
sampingan dan persepsi atas kurangnya alternatif pekerjaan lain. Karyawan yang
telah menginvestasikan waktu dan tenaga mereka untuk organisasi yang secara pasti
karyawan akan tinggal bersama organisasi terkait dengan besarnya investasi yang
diberikan untuk organisasi. Seperti investasi kurangnya alternatif pekerjaanya juga
meningkatkan biaya yang dirasakan. Oleh karena itu, semakin sedikit alternatif yang
diandalkan karyawan semakin menguatkan komitmen berkelanjutan pada karyawan.
3. Komitmen Normatif (Normative Commitment)
Komitmen normatif terdiri dari pengalaman individu sebelum masuk kedalam
organisasi seperti pengalaman dalam keluarga atau sosialisasi budaya serta
pengalaman sosialisasi selama berada dalam organisasi. Normatif komitmen
organisasi yang kuat pada karyawan sebelum masuk kedalam organisasi
dicontohkan orang tua mereka yang juga bekerja dalam organisasi yang
menekankan pentingnya kesetiaan pada organisasi. Sementara sosialisasi organisasi
menanamkan kepercayaan mengharapkan loyalitas mereka maka karyawan juga
akan menunjukkan normatif komitmen yang tinggi