Menurut (Robbins, 2009) indikator kepuasan kerja yang
dapat mempengaruhi kepuasan kerja yaitu sebagai berikut :
1. Pekerjaan itu sendiri
Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk
memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama
kerja. Pekerjaan dapat memberikan pengalaman kerja yang
baru dan mampu meningkatkan kemampuan selama bekerja
membuat karyawan merasa puas dengan pekerjaan itu sendiri
atau ada hal lain yang membuat karyawan puas atau tidak
terhadap pekerjaan itu sendiri.
2. Pembayaran
Pembayaran adalah faktor paling banyak yang
menyebabkan ketidakpuasan dan jarang orang mengespresikan
kepuasan kerjannya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.
Bayaran ini bisa berupa gaji atau inisiatif yang diberikan oleh
perusahaan. Faktor ini yang mampu membuat karyawan merasa
puas dan betah dengan tempat ia bekerja.
3. Kenaikan jabatan
Adanya kenaikan jabatan bagi karyawan sangat
berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap
kerja.Kenaikan jabatan dirasa penting bagi karyawan
dikarenakan karyawan akan semakin semangat dalam bekerja
dan semakin puas dengan pekerjaan dan tempat ia bekerja.
4. Pengawasan
Bagi karyawan, supervisor dianggap sebagai figur ayah
dan sekaligus atasannya. Supervisor yang buruk dapat
berakibat absensi dan turnover. Adanya pengawasan yang baik
dari atasan yang dilakukan secara objektif dan efektif terhadap
karyawannya dan sesuai dengan keadaan dilapangan membuat
karyawan merasa puas dan merasa adil dalam penilaian dari
atasan.
5. Rekan kerja
Rekan kerja dipandang sebagai faktor yang menunjang
puas atau tidak puas dalam kerja. Memiliki rekan kerja yang
baik, suportif, memiliki rasa kerjasama yang tinggi terhadap
pekerjaan, dan faktor lain yang memiliki dampak positif dapat
memberikan rasa puas karyawan tehadap rekan kerja dan
perusahaan.
