Komitmen Profesional

Secara umum, profesionalisme adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap profesi sesuai dengan standar profesinya (Fitriyah dan Nagara, 2017). Seseorang yang memiliki rasa profesionalisme akan berkomitmen untuk percaya, yakin dan menerima semua target profesi, serta menyelesaikannya dengan baik. Dalam organisasi, kaomitmen seseorang terhadap profesinya didasarkan pada perilaku pribadi, sikap, dan orientasi terhadap profesinya yang akan menumbuhkan loyalitas seseorang terhadap profesinya. Oleh karena itu, sikap antusiasme dan kepuasan kerja dapat ditumbuh karena adanya komitmen profesional (Siallagan et al., 2017).

Menurut Smith dan Hall (2008) mendefinisikan komitmen profesional sebagai suatu kecintaan yang dibentuk oleh seorang individu pada profesinya. Ada  tiga model komponen dari komitmmen profesional, sebagai berikut (Hall et al., 2005):

  1. Affective professional commitment (APC) yaitu keinginan individu untuk tetap pada profesinya karena tujuan dari suatu profesi dan ingin mewujudkan profesi tersebut meraih tujuan itu.
  2. Continuance professional commitment (CPC) yaitu sejauh mana individu “harus tetap berada” dalam suatu profesi karena akumulasi dari investasi dan keterbatasan perbandingan alternatif.
  3. Normative professional commitment (NPC) yaitu sejauh mana individu wajib tetap berada dalam suatu profesi karena memang itu suatu keharusan.