Pengaruh Harga Emas Dunia, Dow Jones Industrial Average, dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham (skripsi,tesis,disertasi)

Gabungan Teori efisiensi pasar pertama kali dikemukakan oleh Malkiel dan Fama (dalam, Kalsum dll., 2020) yang meyakini bahwa tingkat efisiensi pasar dapat dibagi menjadi tiga jenis menurut sumber informasinya, yaitu 14 pasar efisien bentuk lemah, pasar efisien bentuk semi kuat, pasar efisien bentuk kuat. Di pasar, terdapat banyak informasi yang tersedia antara fundamental, teknis, mikro dan makro, dan informasi ini akan mempengaruhi harga. Bagi investor, konsep efisiensi pasar sangat penting untuk menggunakan dan memilih informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan. Harga saham di pasar selalu berfluktuasi naik dan turun, yang merupakan cerminan dari semua informasi yang relevan. Seberapa cepat harga saham mencerminkan informasi tersebut menunjukkan seberapa efisien pasar modal (Kalsum et al., 2020). Indeks Harga Saham Gabungan yang dikemukakan oleh Jogiyanto (2010) merupakan indikator yang dapat menentukan mobilitas harga saham yang berguna sebagai indikator pasar, artinya pergerakan indeks mencerminkan apakah pasar sedang naik atau turun pada saat itu. Banyak faktor seperti kondisi makro ekonomi dan perekonomian global akan mempengaruhi indeks harga saham secara menyeluruh. Kondisi makroekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG seperti terjadinya tingkat inflasi, sedangkan Harga Emas Dunia dan Dow Jones Industrial Average adalah ekonomi global yang dapat mempengaruhi IHSG. (Veryda Harfikawati, 2016)