Dampak Pengumuman Pembelian Kembali SahamTerhadap Reaksi Pasar (skripsi,tesis,disertasi)

Stock repurchase yang dilakukan perusahaan dalam upaya menstabilkan nilai perusahaan dilihat dari harga saham yang tercermin dari reaksi pasar di pasar modal. Pengumuman aksi stock repurchase di anggap dapat mempengaruhi harga saham, reaksi perubahan harga tentunya didukung oleh pasar yang efisien karena pasar yang efisien akan merefleksikan semua infromasi yang mungkin terjadi dengan cepat dan akurat. Faktor informasi yang tersedia dianggap sangatlah penting dalam membentuk harga keseimbangan efek yang baru (Junizar, 2012 : 3) Dalam penelitian Wulan (2017 : 74) pengumuman aksi repurchase ini merupakan salah satu kebijakan perusahaan sebagai langkah signaling yang mengidentifikasikan harga saham sudah undervalue. Pengumuman aksi korporasi ini dipandang memiliki kandungan informasi apabila adanya reaksi pasar dari pergerakan harga saham di pasar modal atauadanya perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman. Jika terdapat perbedaan abnormal return yang signifikan di sekitar pengumuman stock repurchase, perusahaan tersebut dapat dinyatakan efisien dalam   bentuk semi kuat dan sebaliknya jika tidak terdapat abnormal return yang positif di sekitar pengumuman maka perusahaan tersebut dinyatakan dalam kondisi tidak efisien. Dengan demikian, aksi repurchase ini merupakan informasi yang akan diserap oleh invetor dan diharapkan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal pada masa mendatang. Penelitian yang mengamati dampak atas informasi terhadap harga saham disebut dengan event studies (Tandelilin, 2017 : 243). Asimetri informasi menyatakan bahwa manajemen memiliki informasi yang lebih tentang kondisi perusahaan dibandingkan dengan pemegang saham. Asimetri informasi memungkinkan manajemen mengetahui informasi yang baik tentang profitabilitas perusahaan di masa depan, namun pasar tidak mampu menangkap informasi tersebut sehingga saham perusahaan mengalami undervalued. Undervalued artinya harga saham perusahaan di pasar lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsik saham tersebut. Dengan demikian manajer memberikan sinyal bahwa manajer optimis bahwa laba perusahaan akan meningkat di masa depan melalui program stock repurchase. Perusahaan yang mengalami kerugian tidak akan berani untuk melakukan stock repurchase karena distribusi kas kepada pemegang saham tidak hanya menghentikan perusahaan dari investasi yang mungkin menguntungkan namun juga memungkinkan perusahaan mengalami masalah keuangan. Oleh sebab itu pengumuman stock repurchase dipandang sebagai berita baik yang diharapkan akan mengangkat harga saham yang undervalued.