Teori Studi Peristiwa (Event Studies Theory) (skripsi,tesis,disertasi)

Menurut Jogiyanto (2010 : 555) event study merupakan studi yang mempelajari rekasi pasar terhadap suatu event, event study juga dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efesiensi pasar bentuk setengah kuat. Nilai pasar perusahaan merupakan hal yang penting bagi perusahaan (teristimewa yang telah go public) karena mencerminkan tanggapan pasar (investor) atas apa yang telah dilakukan perusahaan. Sedangkan menurut Peterson (1989 : 1) event study adalah suatu pengamatan mengenai pergerakan harga saham di pasar modal untuk mengetahui apakah ada  abnormal return yang diperoleh pemegang saham di pasar modal akibat dari suatu pristiwa tertentu. Jogiyanto (2015 : 623) juga menyatakan bahwa event study adalah studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study juga dapat digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Secara lebih spesifik study peristiwa menyelidiki respon pasar terhadap kandungan informasi yang ada dari suatu pengumuman peristiwa tertentu. andungan informasi dapat berupa berita baik (good news) atau berita buruk (bad news). Hipotesis pasar efisien memprediksikan bahwa pasar akan memberikan respon pasar positif untuk berita baik, dan respon negatif untuk berita buruk. Respon pasar tersebut tercermin dari return tak normal positif (berita baik) dan return tak normal negatif (berita buruk) (Tandelilin, 2010 : 565). Menurut Jogiyanto (2010 : 4) beberapa manfaat mengapa study peristiwa banyak digunakan, yaitu untuk menganalisis pengaruh dari suatu peristiwa terhadap nilai perusahaan, mengukur langsung pengaruh peristiwa tersebut terhadap harga saham perusahaan terhadap terjadinya peristiwa karena harga saham tersedia pada saat peristiwanya terjadi, dan kemudahan mendapatkan datanya (Jusman, 2019 : 200 – 209).Dalam event study, reaksi pasar diukur dengan menggunakan abnormal return dimana abnormal retrun merupakan kelebihan imbal hasil dari imbal hasil normal. Para investor mengaharap kan adanya imbal hasil atas investasi yang mereka lakukan, imbal hasil normal merupakan imbah hasil yang biasa di dapatkan investor saat tidak terjadi peristiwa. Tentunya saat adanya peristiwa yang mengandung informasi dan dipandang baik (good news) akan meningkat imbal hasil (return) dari yang biasanya. Seperti halnya dalam buku Hartono (2015 : 647) yang dikutip Wulan (2017 : 69) Pengumuman stock repurchase merupakan salah satu jenis event study yang merupakan bagian dari konsep hipotesis pasar efisien. Jenis penelitian ini digunakan untuk menganalisis abnormal return sekuritas yang mungkin terjadi di sekitar hari pengumuman. Menurut Tandelilin (2017 : 243) standar metodologi yang biasanya digunakan dalam event studies ini adalah sebagai berikut:
 1. Mengumpulkan sampel, yaitu perusahaan-perusahaan yang mempunyai pengumuman yang mengejutkan pasar (event).
2. Mengidentifikasi hari pengumuman atau event.
 3. Menentukan periode analisis, periode analisis dibagi menjadi dua:
a. Periode estimasi untuk menghitung return harapan E(Ri)
 b. Periode pengamatan (jendela) untuk menghitung return aktual dan return tak normal.
 4. Menghitung return aktual masing-masing sampel setiap hari selama periode pengamatan.
 5. Menghitung return tak normal (Abnormal Return).