Selisih antara tingkat keuntungan yang sebenarnya (actual return) dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return), sering disebut juga sebagai return tak normal yang dapat diartikan sebagai return yang diperoleh dari investasi dalam kondisi yang tak normal atau saat ada informasi maupun peristiwa baru yang terjadi sehingga mengubah nilai perusahaan dan memungkinkan investor bereaksi dalam bentuk kenaikan pada harga saham atau sebaliknya (Hartono, 2013 : 586). Abnormal return sering digunakan sebagai dasar untuk menguji efisiensi pasar, dan juga dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja surat berharga (Zoraya, 2020 : 15). Menurut Jogiyanto (2015 : 647) Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal adalah return ekspektasian (return yang diharapkan oleh investor). Dengan demikian abnormal return merupakan selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasi. Jika suatu peristiwa tidak menyebabkan suatu abnormal return, berarti para investor tidak bereaksi atau pasar tidak bereaksi, karena reaksi dari para investor terhadap informasi yang baru ditunjukkan oleh abnormal return (Damayanti, 2020 : 6)
