Pembagian Dividen (skripsi,tesis,disertasi)

Pembagian dividen merupakan pembagian sisa laba atau keuntunngan bersih perusahaan yang didistributsikan pemegang saham berdasarkan porsi saham yang dimilikinya atas persetujuan RUPS, baik berupa tunai maupun saham. Dividen digolongkan ke dalam dua jenis yaitu dividen regular yang dibagikan secara periodik kepada pemegang saham dan biasanya dalam bentuk kas atau non kas dan kedua dividen ekstra yaitu dividen yang dibagikan secara incidental atau periode-periode tertentu saja. Menurut Gumanti (2013 : 19) proses pembayaran dividen antara lain: a. Dividens declaration date Tanggal pertama kali dewan direksi mengumumkan pembayaran dividen disebut sebagai tanggal deklarasi dividen (dividens declaration date), Tanggal ini penting untuk dicermati karena pengumuman yang dilakukan apakah akan menaikan atau menurunkan bahkan tetap menjaga tingkat dividen menyiratkan atau mengandung kekuatan informasi tertentu yang dapat dijadikan sebagai dasar oleh investor dalam menilai prospek perusahaan ke depan. b. Ex-dividend date Tanggal ini penting untuk dicermati karena investor harus membeli saham dalam rangka untuk menerima dividen. Karena investor tidak akan menerima dividen setelah tanggal eks-dividen, harga saham biasanya akan turun atau jatuh pada tanggal tersebut sebagai cerminan kerugian.  c. Holder-of-record date Pada tanggal penutupan setelah beberapa hari tanggal eks-dividen, perusahaan menutup transfer buku saham dan membuat daftar pemegang saham sampa tanggal tertentu yang ditetapkan yang dikenal dengan sebutan tanggal pencatatan pemilik. Para pemegang saham yang tercatat pada tanggal tersebut, adalah mereka yang berhak untuk menerima pembayaran dividen tunai. d. Dividend payment date Tanggal pembayaran divien dimana manajemen melakukan pembayaran kepada pemegang saham, baik melalui kiriman cek atau melalui mekanisme transfer dari bank. Dari beberapa aksi korporasi yang diterangkan sebelumnya,merupakan suatu pristiwa dimana informasi yang terkandung mempengaruhi reaksi pasar. Reaksi yang terjadi dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan menggunakan abnormal return. Apabila abnormal return digunakan untuk mengukur reaksi pasar, maka suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi diperkirakan dapat memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya, apabila pengumuman tidak mengandung informasi, maka tidak ada abnormal return yang dapat diperoleh pasar.