Skala Pengukuran Data (skripsi, tesis, disertasi)

Skala Pengukuran Data

Pengukuran adalah proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan/prosedur yang telah ditetapkan (Imam Ghozali, 2005). Ada empat skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian, yaitu : a. Skala nominal, adalah skala yang semata-mata hanya untuk memberikan indeks, atau nama saja dan tidak mempunyai makna yang lain. Skala Nominal mengelompokkan objek-objek kedalam beberapa kelompok yang memiliki kemiripan ciri. Hasil pengukuran skala nominal tidak dapat diurutkan tetapi bisa dibedakan. Contoh umum yang biasa dipakai yaitu variabel jenis kelamin. Dalam hal ini hasil pengukuran tidak dapat diurutkan (wanita lebih tinggi dari pada lak-laki, atau sebaliknya), tetapi lebih pada perbedaan keduanya. b. Skala ordinal, adalah skala ranking, di mana kode yang diberikan memberikan urutan tertentu pada data, tetapi tidak menunjukkan selisih yang sama dan tidak ada nol mutlak. Hasil pengukuran skala ini dapat menggambarkan posisi atau peringkat tetapi tidak mengukur jarak antar peringkat. Jarak antara peringkat 1 dan 2 tidak harus sama dengan jarak peringkat 2 dan 3. Contoh: status sosial (tinggi, rendah, sedang). Hasil pengukuran yang mengelompokkan masyarakat-masyarakat masuk pada status sosial tinggi, rendah, atau sedang. Dalam hal ini, kita dapat mengetahui tetapi perbedaan antar status sosial (tinggi-rendah, rendah-sedang, tinggi-sedang, dst) belum tentu sama. c. Skala interval, adalah skala pengukuran yang mempunyai selisih sama antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain, tetapi tidak memiliki nilai nol mutlak. Ciri penting dari skala ini adalah data bisa ditambahkan, dikurangi, digandakan, dan dibagi tanpa mempengaruhi jarak relatif skor-skornya. Selanjutnya skala ini tidak mempunyai nilai nol mutlak sehingga tidak dapat diinterpretasikan secara penuh besarnya skor dari rasio tertentu. Sebagai contoh, penilaian kinerja karyawan dengan skala 0-100

d. Skala rasio, adalah skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal, skala ordinal, dan skala interval. Bedanya adalah pada skala ratio dilengkapi dengan titik nol absolut dengan makna empiris. Angka pada skala menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari obyek atau kategori yang diukur. Skala rasio hampir sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Selisih tiap pengukuran adalah sama dan mempunyai nilai nol mutlak. Skala rasio merupakan skala pengukuran yang ditujukan pada hasil pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, mempunyai jarak tertentu, dan bisa dibandingkan. Contoh: Perbandingan berat dua orang. Berat Fulan1 40kg dan Fulan2 80kg. Dapat diketahui bahwa fulan2 dua kali lebih berat daripada Fulan1, karena nilai variabel numerik berat mengungkapkan rasio dengan nilai nol sebagai titik bakunya.