Perancangan skala perlu dilakukan peneliti jika penelitian yang dijalankan
merupakan riset kuantitatif. Dalam pemberian skala, peneliti harus harus
menggunakan angka sesuai jenis skala (Suryani, 2015). Berikut 2 jenis pembagian
skala:
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang digunakan untuk memberi label,
simbol, lambang atau nama suatu kategori. Skala ini memudahkan
pengelompokan data menurut kategorinya, sehingga angka yang
diberikan pada suatu kategori (misalnya 1, 2, 3 dan seterusnya) tidak
memiliki makna matematis, seperti lebih besar, sama atau lebih kecil dari
pada kategori lain. Perbedaan angka di sini menunjukkan perbedaan
kategori (Suryani, 2015). Berikut contoh skala nominal untuk pertanyaan
dalam kuesioner:
Jenis kelamin Anda (silahkan beri tanda )
Laki-laki Perempuan
2. Skala Likert
Skala ini pertama kali dikembangkan oleh Rensist Likert, seorang
sosiolog dari University of Michigan melalui artikel ”A Technique for the
Meaurement of Attitudes” yang dipublikasikan oleh the Archieves of
Psychology pada tahun 1932. Bentuk awal slaka Likert adalah lima
pilihan jawaban dari sangat tidak setuju sampai dengan tingkat sangat
setuju yang merupakan sikap atau persepsi seseorang atas suatu kejadian
atau pernyataan yang diberikan dalam instrumen/kuesioner. Dalam
perkembangan terkini, skala Likert telah banyak dimodifikasi seperti
skala titik (dengan menghilangkan pilihan jawaban netral), atau
menggunakan skala 7 sampai 9 titik (Suryani, 2015) Dalam perkembangannya, skala ini sudah dimodifikasi dengan berbagai
bentuk, mulai dari skala 4 titik sampai dengan 9 titik. Dalam penelitian
ini skala yang digunakan adalah skala Likert modifikasi dengan 4 titik
pengukuran,
