Orientasi pasar mencakup pengumpulan, penyebaran, dan tanggapan atas intelijen
pasar yang tercermin pada orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan mekanisme
koordinasi dalam menciptakan nilai pelanggan (Sari, 2013). Oleh karena itu pelaku
usaha harus mampu menganalisis kebutuhan dan keinginan pelanggannya untuk
mencapai keunggulan bersaing, serta harus menjalin hubungan yang baik dengan
pelanggannya.
Oleh karena itu orientasi pasar harus menekankan pentingnya analisis kebutuhan
dan keinginan target pasar secara efisien dan efektif dibandingkan dengan pesaingnya
dalam usaha untuk mencapai keunggulan bersaing. Menurut Nerver (2011)
mendefinisikan bahwa orientasi 21 pasar sebagai suatu budaya organisasiyang paling
efektif dalam menciptakan perilaku penting untuk penciptaan nilai unggul bagi
pelanggan. Menurut Hasan (2010) sebuah usaha bisnis yang dikelola dengan
berorientasi pasar memiliki berbagai manfaat diantaranya dapat memproduksi produk
atau jasa yang sesuai dengan persepsi pelanggan, dapat berproduksi lebih efisien
dibandingkan para pesaing dan dapat menjelaskan perbedaan-perbedaan kinerja yang
dicapai oleh perusahaan, serta dapat mengarahkan perusahaan pada keunggulan
bersaing yang dapat dipertahankan melalui aktivitas-aktivitas internal dan eksternal.
Penelitian lain Nerver dan Slater (2015) menyatakan bahwa orientasi pasar dapat
dilihat dari tiga komponen utama, yaitu orientasi kepada konsumen, orientasi kepada
konsumen, orientasi kepada pesaing dan koordinasi antar fungsi. Untuk konsep ini
Narver dan Slater lebih memfokuskan informasi pasar kepada konsumen dan pesaing.
Dengan demikian, menurut prioritas mereka, persepsi orientasi pasar adalah
sekumpulan proses dan aktivitas yang diarahkan untuk penciptaan nilai bagi
konsumen melalui peningkatan sensitive terhadap informasi pasar. Untuk
pengintegrasian kedua definisi tersebut, Soehandi (2012) mencoba menyimpulkan
bahwa orientasi pasar terdiri dari empat komponen utama yaitu :
1. Menempelkan pelanggan sebagai pendorong kegiatan perusahaan (orientasi
pelanggan)
2. Kepekaan terhadap kegiatan pesaing (orientasi pesaing)
3. Kemampuan untuk melakukan koordinasi antar departemen dalam penciptaan nilai
yang superiuor bagi pelanggan (coordinasi-inter-fungsi)
4. Kemampuan untuyk mengkaitkan setiap aktivitas dengan indikator keuangna
(orientasi keuangan).
