Kualitas telah dikenal sejak berabad-abad tahun yang lalu ketika bangsa
Mesir mengukir batu-batu yang digunakan untuk menyusun piramida. Menurut
Ariani (2008), pada jaman modern fungsi kualitas berkembang melalui beberapa
tahap yaitu:
1. Inspeksi (Inspection)
Konsep kualitas modern dimulai pada tahun 1920-an. Kelompok kualitas
yang utama adalah bagian inspeksi. Selama produksi para inspektur
mengukur hasil produksi berdasarkan spesifikasi. Bagian inspeksi ini tidak
independen, biasanya mereka melapor ke pabrik. Hal ini menyebabkan
perbedaan kepentingan.
2. Pengendalian Kualitas (Quality Control)
Pada tahun 1940-an, kelompok inspeksi berkembang menjadi bagian
pengendalian kualitas. Adanya Perang Dunia II mengharuskan produk militer
yang bebas cacat. Hal ini harus dapat diantisipasi selama proses produksi.
Tanggung jawab kualitas dialihkan ke bagian quality control yang
independen. Bagian ini memiliki otonomi penuh dan terpisah dari bagian
pabrik. Para pemeriksa kualitas dibekali dengan perangkat statistika seperti
diagram kendali dan penarikan sampel
3. Penjaminan Kualitas (Quality Assurance)
Rekomendası yang dihasilkan dari teknik-teknik statistik sering kali tidak
dapat dilayani oleh struktur pengambilan keputusan yang ada. Pengendalian
kualitas (quality control) berkembang menjadi penjaminan kualitas (quality
assurance). Bagian penjaminan kualitas difokuskan untuk memastikan proses
dan kualitas produk melalui pelaksanaan audit operasi, pelatihan, analisis
kinerja teknis, dan petunjuk operasi untuk peningkatan kualitas. Penjamınan
kualitas bekerja sama dengan bagian-bagian lain yang bertanggung jawab
penuh terhadap kualitas kinera masing-masing bagian.
4. Manajemen Kualitas (Quality Management)
Penjaminan kualitas bekerja berdasarkan status quo, schingga upaya yang
dilakukan hanyalah memastikan pelaksanaan pengendalian kualitas, tetapi
sangat sedikit pengaruh untuk meningkatkannya. Oleh karena itu, untuk
mengantisipasi persaingan, aspek kualitas harus selalu dievaluasi dan
direncanakan perbaikannya melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen
kualitas.
5. Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Management)
Dalam perkembangan manajemen kualitas ternyata bukan hanya fungsi
produksi yang mempengaruhi kepuasan pelanggan terhadap kualitas. Dalam
hal ini tanggung jawab terhadap kualitas tidah cukup hanya dibebankan
kepada suatu bagian tertentu tetapi sudah menjadi tanggung jawab seluruh
individu di perusahaan. Pola inilah yang disebut Total Quality Management.
6. Organisasi Belajar (Learning Organization)
Learning organization menggunakan filosofi continuous quality improvement
dan menggunakan konsep manajemen pengetahuan karena untuk memberikan
yang terbaik bagi pelanggan perusahaan harus mampu mengelola
pengetahuan yang dimiliki.
7. World-Class Organization
Konsep ini berkembang mulai abad ke 20 dimana teknologi informasi sudah
dikenal luas. Oleh sebab itu dalam perkembangannya konsep dan filosofi ini
dibarengi dengan konsep e-learning.
