(Goleman, 2015) menjabarkan bahwa Emotional Quotient(EQ)
dibagi kedalam 5 wilayah utama yang menjadi indikator kecerdasan
emosional, diantaranya:
1) Self Awareness(Kesadaran Diri)
Self awareness ini merupakan kesadaran diri terkait
dengan sikap mengenali/menyadari perasaan ketika perasaan itu
sedang terjadi. Tahap ini memerlukan adanya pengamatan
perasaan secara berkala agar pemahaman tentang diri dapat
diketahui.
2) Self Management(Pengelolaan Diri)
Self Management/pengelolaan diri ialah kemampuan
sesorang dalam menangani dan mengendalikan emosi dirinya
sendiri sehingga akan berdampak baik dalam hal penyelesaian
tugas, memiliki rasa peka akan kata hati,mampu
menyeimbangkan kembali tekanan emosi diri, serta kesanggupan
dalam menunda kesenangan sebelum suatu tujuan dapat tercapai.
3) Self Motivation(Motivasi Diri)
Motivasi yakni emosi yang cenderung mengarahkan atau
memudahkan seseorang dalam meraih goals/tujuan. Teknik
menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu
merupakan hal terpenting yang berhubungan dengan sikap
simpati,menguasai dan memotivasi diri sendiri,serta berkreasi.
4) Empathy (Empati)
Empati merupakan kepandaian seseroang terhadap
perasaan, kepentingan dan kebutuhan orang lain. Tingkatan
empati terrendah mencerminkan sikap dan kemampuan dalam
membaca emosi orang lain, kemudian tingkatan empati yang
lebih tinggi yakni kemampuan mengindra dan merespon atas
perasaan dan kebutuhan orang lain tetapi tanpa mengungkapkan
dengan kata-kata, sedangkan empati pada tingkatan yang paling
tinggi, yakni meresapi permasalahan maupun kebutuhan dibalik
perasaan seseorang yang tersirat.
5) Relationship Management(Keterampilan Sosial)
Tahap terakhir ini yaitu tahap dimana kemampuan
individu dalam mengatasi emosi dengan baik, tidak hanya saat
berhubungan sosial dengan orang lain, namun juga kemampuan
membaca situasi dan jaringan sosial secara cermat, serta
kemampuan berinteraksi dengan lancar sangat diperlukan.
