Anggaran Biaya Promosi (skripsi dan tesis)

Anggaran promosi yang disusun tergantung besar kecilnya perusahaan.
Jenis produk yang dihasilkan dan ragam kegiatan yang ada pada masing-masing
perusahaan. Anggaran promosi yang disusun harus realistis, berdasarkan analisis
yang diteliti mengenai setiap tindakan yang akan dilakukan dan mungkin untuk
dicapai, luwes dan tidak kaku sehingga memungkinkan perubahan sesuai situasi
dan kondisi, selalu disesuaikan dengan keadaan yang berubah-ubah secara
periodik dan harus kontinyu, artinya kelangsungan perencanaan anggaran terjaga
dan bukan merupakan kegiatan insidental.
Karena anggaran promosi bersifat formal, disusun secara resmi dan tertulis
sistematis, berurutan dan berdasarkan suatu fakta atau logika dan memutuskan apa
yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Maka isinya menyangkut
komitmen manajemen dimana para manajer setuju untuk menerima tanggung
jawab untuk mencapai sasaran yang telah dianggarkan serta memanfaatkan
kesempatan yang ada dan menghindari ancaman yang akan datang baik dari dalam
maupun dari luar organisasi.
Menurut Djaslim dan Yevis Marty Oesman (2002 : 127), ada beberapa
metode yang bisa dilakukan oleh manajemen perusahaan dalam menyusun
anggaran promosinya, yaitu diantaranya
1. Metode semampunya
Metode semampunya, yaitu berdasarkan perkiraan mengenai kemampuan
mereka.
2. Metode persentase penjualan
Metode persentase penjualan, yaitu berdasarkan persentase tertentu dari
penjualan atau persentase dari harga jual.
3. Metode sejajar dengan pesaing
Metode sejajar dengan pesaing, yaitu berdasarkan biaya promosi yang
sesuai dengan biaya yang dikeluarkan pesaing.
4. Metode tugas dan saran
Metode tugas dan saran, yaitu dengan cara menentukan sasaran khusus
mereka, menentukan tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mencapai
sasaran tersebut dan menghitung berapa banyaknya.