Penggolongan Biaya (skripsi dan tesis)

Penggolongan adalah proses pengelompokan secara sistematis asal
keseluruhan elemen yang ada kedalam golongan-golongan tertentu yang lebih
ringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebih
penting.
Menurut Mulyadi (2005 : 13). Biaya digolongkan sebagai berikut :
1. Menurut objek pengeluaran
Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu
berdasarkan penjelasan singkat mengenai obyek pengeluaran, misalnya
pengeluaran yang berhubungan dengan telepon disebut “biaya telepon”.
2. Menurut fungsi pokok dalam perusahaan
Biaya dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a) Biaya produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi
produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai.
Biaya produksi dapat digolongkan kedalam biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
b) Biaya pemasaran, adalah biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan
kegiatan pemasaran produk, contohnya biaya iklan, biaya promosi, biaya
sampel, dll.
c) Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya-biaya untuk
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk,
contohnya gaji bagian akuntansi, gaji personalia, dll.
3. Menurut hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
Ada 2 golongan, yaitu:
 Biaya langsung (direct cost). Merupakan biaya yang terjadi dimana
penyebabnya karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Dalam kaitannya
dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung.
 Biaya tidak langsung (indirect cost), biaya yang terjadi tidak hanya
disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, dalam hubungannya dengan
produk, biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik.
4. Menurut prilaku dalam kaitannya dengan perubahan volume
kegiatanBiaya dibagi menjadi 4, yaitu
1) Biaya tetap (fixed cost), biaya yang jumlahnya tetap konstan
dipengaruhi perubahan volume kegiatan aktivitas sampai tingkat
kegiatan tertentu, contohnya; gaji direktur produksi.
2) Biaya variabel (variable cost), biaya yang jumlah totalnya berubah
secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas,
contohnya; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
3) Biaya semi variabel, biaya yang jumlah totalnya berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel
mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel, contohnya; biaya
listrik yang digunakan.
4) Biaya semi fixed, biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan
tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume
produksi tertentu.
5. Menurut jangka waktu manfaatnya
Biaya dibagi 2 bagian, yaitu;
a. Pengeluaran modal (Capital expenditure),yaitu pengeluaran yang
akan memberikan manfaat/benefit pada periode akuntansi atau
pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode
akuntansi yang akan datang.
b. Pengeluaran pendapatan (Revenue expenditure), yaitu pengeluaran
yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana
pengeluaran itu terjadi.