Menurut Mulyadi (2016 : 7) “Akuntansi biaya adalah proses mencatat,
menggolongkan, meringkas dan menyajikan biaya, pembuatan dan penjualan
produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya”.
Menurut Raharjaputra (2009: 110) “pengertian akuntansi biaya merupakan
bagian dari pekerjaan akuntansi secara keseluruhan yang tugasnya mencatat,
menggolongkan, mengikhtisarkan dan menafsirkan dengan cara tertentu biaya-
biaya seperti bahan baku dan pembantu, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
umum pabrik (factory overhead)”.
2) Tujuan Akuntansi Biaya
Menurut Mulyadi (2016 : 7) tujuan dari akuntansi biaya adalah :
1. Penentuan kos produk
Pada umumnya, penentuan kos produk ditunjukan untuk memenuhi
kebutuhan pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, akuntansi biaya untuk
penentuan kos produk tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.
2. Pengendalian biaya
Pengendalian biaya dimulai dengan penentuan biaya yang seharusnya
dikeluarkan untuk memproduksi satu-satuan produk. Selanjutnya, akuntansi biaya
bertugas untuk memantau apakah pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai
dengan biaya yang seharusnya tersebut. Akuntansi biaya kemudian melakukan
analisis selisih dan menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih
tersebut. Selisih timbul akibat penyimpangan biaya sesungguhnya dengan biaya
seharusnya. Dari analisis penyimpangan dan penyebabnya tersebut manajemen
akan dapat mempertimbangkan tindakan koreksi, jika hal itu perlu dilakukan. Dari
analisis ini juga manajemen puncak akan dapat mengadakan penilaian prestasi
para manajer dibawahnya. Akuntansi biaya untuk tujuan pengendalian biaya ini
lebih ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan pihak dalam perusahaan. Akuntansi
biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen. Hal tersebut didasarkan pada
peran yang besar dari aspek perilaku manusia dalam akuntansi biaya terhadap
tujuan pengendalian biaya.
3. Pengambilan keputusan khusus
Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa yang akan datang.
Informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus selalu
berhubungan dengan informasi yang akan datang. Akuntansi biaya untuk
pengambilan keputusan khusus menyajikan biaya masa akan datang. Informasi
biaya ini tidak dicatat dalam catatan akuntansi biaya, melainkan hasil dari suatu
proses peramalan. Laporan akuntansi biaya yang ditujukan untuk pengambilan
keputusan merupakan bagian dari akuntansi manajemen. Sehingga untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, konsep informasi biaya terus dikembangkan.
Akuntansi biaya memaparkan dengan lengkap alat-alat yang diperlukan
untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, memperbaiki kualitas dan efisiensi
serta membuat keputusan-keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.
Menurut Bastian Bustami dan Nurlela (2013 : 4) dalam buku Akuntansi Biaya
menerangkan bahwa dalam hal tersebut dapat terlihat peranan akuntansi biaya
dalam membantu manajemen dalam menyelesaikan tugasnya:
1. Penyusunan anggaran dan pelaksanakan anggaran operasi perusahaan.
2. Penetapan metode dan prosedur perhitungan biaya, pengendalian biaya,
pembebanan biaya yang akurat, serta perbaikan mutu yang
berkesinambungan.
3. Penentuan nilai persediaan yang digunakan untuk kalkulasi biaya dan
penetapan harga, evaluasi kinerja departemen atau divisi, pemeriksaan
persediaan secara fisik.
4. Menghitung biaya dan laba perusahaan untuk satu periode akuntansi, tahunan
atau periode yang lebih singkat.
5. Memilih sistem dan prosedur dari alternatif yang terbaik, guna dapat
menaikan pendapatan ataupun menurunkan biaya.
