Gejala Burnout (skripsi dan tesis)

George dan Jones (2005) menjelaskan tentang gejala-gejala burnout,
yaitu:
a. Kelelahan fisik, yang ditunjukkan dengan adanya kekurangan
energi, merasa kelelahan dalam kurun waktu yang panjang dan
menunjukkan keluhan fisik seperti sakit kepala, mual, susah tidur,
dan mengalami perubahan kelelahan makan yang diekspresikan dengan
kurang bergairah dalam bekerja, lebih banyak melakukan kesalahan,
merasa sakit padahaltidak terdapat kelainan fisik.
b. Kelelahan mental, yang ditunjukkan oleh adanya sikap sinis terhadap
orang lain, bersikap negatif terhadap orang lain, cenderung merugikan
diri sendiri, pekerjaan dan organisasi, dan kehidupan pada umumnya
diekspresikan dengan mudah curiga terhadap orang lain, menunjukkan
sikap sinis terhadap orang lain, menunjukan sikap agresif baik dalam
bentuk ucapan maupun perbuatan, menunjukkan sikap masa bodoh
terhadap orang lain dan dengan sengaja menyakiti dirisendiri.
c. Kelelahan emosional, yang ditunjukkan oleh gejala-gejala seperti
depresi, perasaan tidak berdaya, dan merasa terperangkap dalam
pekerjaan yang diekspresikan dengan sering merasa cemas dalam
bekerja, mudah putus asa, merasa tersiksa dalam melaksanakan
pekerjaan, mengalami kebosanan atau kejenuhan dalam bekerja.
d. Penghargaan diri yang rendah, ditandai oleh adanya penyimpulan
bahwa dirinya tidak mampu mengerjakan tugas dengan baik dimasa lalu
dan beranggapan sama untuk masa depannya yang diekspresikan degan
merasa tidak pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat, menganggap
bahwa pekerjaan sudah tidak mempunyai arti bagi dirinya, menganggap
baha pekerjaan sudah tidak mempunyai arti bagi dirinya, menganggap
bahwa dirinya tidak mempunyai masa depan dalam organisasi.
Berdasarkan penjelasan di atas, burnout memiliki banyak gejala mulai
dari gejala fisik, emosi, mental, dan pengharaan diri yang rendah