Menurut Davis (2004), pemimpin yang memberikan pembinaan, umpan balik (feedback), semangat, dan kesempatan untuk karyawannya mengembangkan diri dapat menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi. Kahn (1990) bahkan pernah membuktikan teori dan studi empiris awal tentang hubungan antara kepemimpinan yang suportif dengan employee engagement. Penelitian tentang kepemimpinan menunjukan hubungan konsisten antara kepemimpinan yang transformasional dengan motivasi, kepuasan kerja, komitmen perusahaan, perilaku proaktif, dan OCB (Xu et al., 2010). Kepemimpinan muncul sebagai salah satu dari faktor yang paling memengaruhi employee engagement (Wang dan Walumbwa, 2007; Macey dan Schneider, 2008; Attridge, 2009). Banyaknya teori yang mendukung hipotesis bahwa pimpinan sangat berpengaruh terhadap motivasi atau bahkan employee engagement, membuat studi lebih lanjut terhadap pimpinan perlu dilakukan.
