Produktivitas diterangkan oleh Ir. Linda Theresia MT (2004) bahwa definisi- definisi produktivitas yang telah berkembang dan dibentuk oleh para pakar di negara-negara dan badan-badan Internasional antara lain: a) Menurut Marvin E Mundel, yang dipublisir oleh The Asian Productivity Organization (APO) produktivitas didefinisikan sebagai berikut : Produktivitas adalah rasio keluaran yang menghasilkan untuk penggunaan di luar organisasi, yang memperbolehkan untuk berbagai macam produk dibagi oleh sumber-sumber yang digunakan, semuanya dibagi oleh suatu rasio yang sama dari periode dasar”. b) Menurut Paul Mali definisi produktivitas adalah sebagai berikut : “Produktivitas adalah ukuran yang menyatakan seberapa hemat sumber daya yang digunakan di dalam organisasi untuk memperoleh sekumpulan hasil”. c) Dewan Produktivitas Nasional mendefinisikan produktivitas dalam beberapa segi, yaitu : Secara fisiologi / psikologis. 1. Produktivitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. 2. Secara ekonomis. 2 Produktivitas merupakan usahan memperoleh hasil (output) sebesar-besarnya dengan pengorbanan sumber daya (input) yang sekecil-kecilnya. 3. Secara teknis. Produktivitas diformulasikan sebagai rasio output terhadap input. d) International Labour Organization ( ILO ) mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas merupakan hasil integrasi empat elemen utama, yaitu tanah (bangunan), modal, tenaga kerja, dan organisasi”. e) European Productivity Agency (EPA) mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas merupakan derajat pemanfaatan secara efektif dari setiap bagian elemen produktivitas”. f) Vinay Goel dalam Toward Higher Productivity mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas merupakan hubungan antara keluaran yang dihasilkan dan masukan yang diolah pada satu waktu tertentu”. g) Peter F. Drucker mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas adalah keseimbangan antara seluruh faktor-faktor produksi yang memberikan keluaran yang lebih banyak melalui penggunaan sumber daya yang lebih sedikit”. h) Everet E. Adam, James C Hersahauer dan William A. Ruch mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas adalah perubahan produk yang dihasilkan oleh sumber-sumber yang digunakan”. i) David J. Sumanth mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Total produktivitas adalah perbandingan antara output tangible dengan input tangible”. j) Fabricant mendefinisikan produktivitas sebagai berikut “Produktivitas adalah perbandingan output dengan input”. 3 k) Menurut Siegel produktivitas adalah : “Produktivitas berkenaan dengan sekumpulan perbandingan antara output dengan input”. l) Doktrin pada Konfrensi Osio 1984, mendefinisikan produktivitas sebagai berikut: “Produktivitas adalah suatu konsep yang menyeluruh (universal) yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan sumbersumber riil yang makin sedikit”. m) Menurut Davis produktivitas adalah: “Produktivitas adalah perubahan produk yang dihasilkan oleh sumber-sumber yang digunakan”. Dari definisi-definisi di atas secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Dengan bertambah banyaknya bengkel – bengkel yang beroperasi di Gresik menyebabkan setiap bengkel harus memiliki cara untuk mempertahankan pelanggannya agar tidak berpindah ke bengkel lain. Melihat hal tersebut, maka bengkel perlu meningkatkan produktivitasnya. Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Faktor utama dari suatu produktivitas adalah terletak pada sumber daya manusianya. Sumber daya manusia menempati posisi yang amat strategis dalam mewujudkan tersedianya barang dan jasa (Sinungan, 2009). Produktivitas tenaga kerja/teknisi ditunjukkan sebagai rasio dari jumlah output yang dihasilkan per total tenaga kerja dan jam pekerjaan(man – hours), yaitu jam kerja yang dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut (Wignjosoebroto, 2000).
