Orientasi Idealisme (skripsi dan tesis)

Idealisme merupakan suatu tingkat kenyakinan dimana individu berkaitan
dengan mengutamankan kesejahteraan orang lain. Idealisme tumbuh secara perlahanlahan dalam diri seseorang individu, dan termanifestasikan dalam bentuk persepsi,
sikap, tindakan dan cara berpikir. Orang yang memiliki idealisme yang tinggi merasa
merugikan orang lain selalu dapat dihindari. Orang yang berperilaku pada orientasi
idealisme tidak akan memilih, dan berperilaku negatif yang dapat merugikan orang
lain. Dengan kata lain orientasi idealisme adalah merupakan karakteristik yang
mengacu pada arah kepedulian seseorang terhadap kepentingan dan kesejahteraan
orang lain, dan berusaha untuk tidak menganggu dan merugikan orang lain.
(Yendrawan dan Marcellia,2013)
Orientasi idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yang
mengatakan bahwa realitas dasar seseorang sangat erat hubungannya dengan ide,
fikiran atau jiwa. Dunia mempunyai arti yang berlainan dari nampak dari permukaan.
Selain itu individu yang idealis akan sangat memegang teguh atas perilaku etis di dalam
menjalankan profesi mereka. Individu dengan tingkat orientasi idealisme yang rendah
cenderung menganggap bahwa dengan mengikuti semua prinsip moral yang ada dapat
berakibat negatif. mereka berpendapat bahwa terkadang di butuhkan sedikit tindakan
negatif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Banyak penelitian telah menunjukkan
bahwa individu yang idealis akan mengambil tindakan tegas terhadap suatu situasi atau
peristiwa yang dapat menganggu dan merugikan orang lain dan individu idealis
memiliki sikap serta pandangan yang lebih tegas terhadap individu yang melanggar
perilaku etis dalam profesinya. Idealisme mengacu pada luasnya seorang individu
percaya bahwa keinginan dari konsekuensi dapat di hasilkan tanpa melanggar petunjuk
moral yang ada (Apriliawati dan suardana, 2016)
Idealisme etis memandang manusia sebagai makhluk yang etis, yang memiliki
kesadaran moralitas. Manusia merupakan makhluk yang senantiasa memberikan
penilaian terhadap sikap dan perilakunya. Untuk menuntun sikap dan perilakunya nilainilai yang dianggap baik kemudian dijadikan norma dan peraturan. Penelitian yang
dilakukan oleh Apriliawati dan Suardana (2016) idealisme dalam penelitian ini
mengukur sikap atau persepsi mahasiswa terhadap skandal dan kecurangan dalam
laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan dengan menggunakan 10 item yang
dikembangkan oleh Forsyth (1992). Namun dalam penelitian ini hanya mengunakan 6
item untuk mengukur variabel idealisme dengan indikator yang digunakan antara lain:
1. Memastikan hasil audit tidak merugikan pihak lain.
2. Toleransi terhadap suatu kerugian.
3. Evaluasi terhadap suatu tindakan.
4. Sikap profesional.
5. Penilaian moral.
6. Kesejaheraan.
Sikap orientasi idealisme juga dapat diartikan sebagai sikap dan berprilaku
tidak memihak dan terhindar dari berbagai kepentingan. Seseorang dengan orientasi
idealisme rendah atau pragmatis, mengakui adanya prinsip moral orang itu dapat
mengakibatkan konsekuensi negatif, mereka berpendapat bahwa beberapa kejahatan
kecurangan, dan manipulasi laporan keuangan sering dilakukan/diperlukan untuk
mencapai mamfaat secara keseluruhan. (Forsyt, 1992 dalam Yendrawan dan Marcellia,
2013)
Kebiasaan berprilaku untuk etis merupakan faktor yang sangat penting dalam
membangun orientasi idealisme yang didukung oleh teori moral kognitif yang
menyatakan pada tingkat conventional tahap ketiga. Dimana pada tahap ketiga tersebut
memiliki orientasi terhadap kesuaian interpersonal. Prilaku yang baik pada tahap
berikutnya merupakan ekspektasi serta merasakan loyalitas dan mendapatkan
kepercayaan dari lingkungannya (Sukrisno dan Ardana 2009:43)