Tingkat Machiavellian (skripsi dan tesis)

Paham Machiavelianis diajarkan oleh seorang ahli filsuf politik
dari Italian bernama Niccolo Machiavelli (1469-1527). Secara lebih
eksplisit dalam bukunya The Prince atau IL Principle, Machiavellian
menjelaskan untuk meninggalkan pertimbangan moralitas yang menjadi
kepedulian perilaku para penguasa. Christie dan Geis (1970) dalam
Purnamasari (2006) mendefinisikan Machiavelliasme sebagai sebuah
proses dimana manipulator mendapatkan lebih banyak reward
dibandingkan yang dia peroleh ketika tidak melakukan manipulasi, ketika
orang lain mendapatkan lebih kecil, minimal dalam jangka pendek.
Richmond (2003) menemukan bukti bahwa kepribadian individu
mempengaruhi perilaku etis. Lebih lanjut, Richmond menginvestigasi
hubungan paham Machiavelliasme yang membentuk suatu tipe
kepribadian yang disebut sifat Machiavellian serta pertimbangan etis
dengan kecenderungan perilaku individu dalam mengahadapi dilemadilema etika (perilaku etis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
semakin tinggi kecenderungan sifat Machiavellian seseorang maka akan
semakin mungkin untuk berperilaku tidak etis. Machiavelliasme
merupakan tingkat dimana seorang individu mempertahankan jarak
emosional, dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses (Robbins
dan Judge, 2009).