Menurut Cross (2007) ada dua strategi
dalam melakukan regulasi emosi, yaitu :
a. Antecedent-Focused Strategies
Strategi yang berfokus pada
anteseden mengubah lintasan emosi sejak
dini. Strategi yang berfokus pada
anteseden merujuk pada hal-hal yang
dilakukan sebelum kecenderungan
respons emosi diaktifkan sepenuhnya dan
telah mengubah perilaku dan respons
fisiologis perifer. Jenis perubahan kognitif,
dan dengan demikian berfokus pada
anteseden. Penilaian ulang didefinisikan
sebagai menafsirkan situasi yang
berpotensi memunculkan emosi dalam
istilah non-emosional. Penilaian kembali
berarti bahwa individu menilai kembali
atau secara kognitif mengevaluasi kembali
situasi yang berpotensi memunculkan
emosi dalam hal yang mengurangi
dampak emosionalnya. Contoh peraturan
yang berfokus pada hal sebelumnya
adalah melihat wawancara kerja sebagai
kesempatan untuk mempelajari lebih
lanjut tentang perusahaan, bukan sebagai
ujian lulus-gagal.
b. Response-Focused Strategies
Sebaliknya, strategi yang berfokus
pada respons terjadi setelah
kecenderungan respons telah dihasilkan.
Strategi yang berfokus pada respons
merujuk pada hal-hal yang dilakukan
begitu emosi sudah berlangsung, setelah
kecenderungan respons dihasilkan.
Seorang individu menghambat perilaku
ekspresif emosional yang sedang
berlangsung. Penindasan ekspresif, yang
merupakan jenis modulasi respons, dan
dengan demikian respons terfokus.
Contoh regulasi yang berfokus pada
respons adalah menjaga kecemasan agar
tidak terlihat ketika seseorang
meninggalkan anak di taman kanak-kanak
untuk pertama kalinya.
