Menurut Ariati (2010) terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi SWB, antara lain: a. Harga diri positif Menurut Campbell (dalam Compton, 2005) harga diri merupakan prediktor yang menentukan kesejahteraan subjektif. Harga diri menyebabkan mengontrol rasa marah, mempunyai hubungan yang baik dengan orang lain, serta kapasitas produktif dalam pekerjaan. Seseorang juga dapat mengembangkan kemampuan hubungan interpersonal yang baik dan menciptakan kepribadian yang sehat. b. Kontrol diri Kontrol diri diartikan sebagai keyakinan individu bahwa dirinya akan mampu berperilaku dengan cara yang tepat ketika menghadapi suatu peristiwa. Kontrol diri ini akan mengaktifkan proses emosi, motivasi, perilaku dan aktivitas fisik serta mampu mengatasi konsekuensi dari keputusan yang telah diambil serta mencari pemaknaan atas peristiwa tersebut. Menurut Stoltz (2004) kemampuan menghadapi suatu peristiwa dapat melalui adversity quotient (AQ) yang merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi rintangan, kesulitan, hambatan dan mampu untuk mengatasinya secara teratur. AQ membantu individu memperkuat ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup sehari-sehari, dengan mengamati kesulitan dan mengolanya melalui kecerdasan yang dimilikinya, sehingga seseorang dapat meraih kesuksesan dan merasa sejahtera karena telah menyelesaikan berbagai peristiwa dalam hidupnya. c. Ekstrovert Individu dengan kepribadian ekstrovert akan tertarik pada hal-hal yang terjadi di luar dirinya. Penelitian Diener, dkk. (2005) menunjukan bahwa kepribadian ekstrovert secara signifikan akan memprediksi terjadinya kesejahteraan individual karena memiliki teman dan relasi sosial yang lebih banyak, memiliki sensitivitas yang lebih besar mengenai penghargaan positif pada orang lain. d. Optimis Secara umum, orang yang optimis mengenai masa depan merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya. Individu yang mengevaluasi dirinya dalam cara yang positif, akan memiliki kontrol yang baik terhadap hidupnya, sehingga memiliki impian dan harapan yang positif tentang masa depan. e. Relasi sosial yang positif Relasi sosial yang positif akan tercipta bila adanya dukungan sosial dan keintiman emosional. Hubungan yang di dalamnya ada dukungan dan keintiman dalam kehidupan pernikahan akan membuat individu mampu mengembangkan harga diri, meminimalkan masalah-masalah psikologis, kemampuan pemecahan masalah yang adaptif, dan membuat individu menjadi sehat secara fisik. f. Memiliki arti dan tujuan dalam hidup Pada beberapa kajian, arti dan tujuan hidup sering dikaitkan dengan konsep religiusitas. Penelitian melaporkan bahwa individu yang memiliki kepercayaan religi yang besar, memiliki kesejahteraan psikologis yang besar. Faktor – faktor yang mempengaruhi SWB selanjutnya dikemukakan oleh Compton (2005), yaitu : a. Harga diri Self-esteem yang positif merupakan variabel yang terpenting dalam SWB karena evaluasi terhadap diri akan mempengaruhi bagaimana seseorang menilai kepuasan dalam hidup dan kebahagiaan yang dirasakan. b. Arti kontrol pribadi Kontrol pribadi merupakan keyakinan individu dalam memaksimalkan hasil yang bagus. Kayakinan ini membuat seseorang dapat mempengaruhi peristiwa yang terjadi dan menginterpretasikan hasil dari pilihannya, sehingga dapat membantu mewujudkan keinginannya yang kemudian dapat membawa kepuasan hidupnya. c. Ekstrovert Individu dengan kepribadian ekstrovert akan tertarik pada hal yang terjadi di luar dirinya, seperti lingkungan fisik dan sosialnya. Kepribadian ekstrovert secara signifikan akan memprediksi terjadinya kesejahteraan individual. Orang ekstrovert biasanya memiliki teman dan relasi sosial yang lebih banyak, memiliki sensitifitas yang lebih besar mengenai penghargaan positif pada orang lain. d. Optimis Orang yang optimis mengenai masa depan merasa lebih bahagia dan puas dengan kehidupannya. Individu yang mengevaluasi dirinya dalam cara yang positif, akan memiliki kontrol yang baik terhadap hidupnya, sehingga memiiki impian dan harapan yang positif tentang masa depan. e. Hubungan positif Hubungan yang positif akan tercipta bila adanya dukungan sosial dan keintiman emosional. Adanya dukungan membuat individu mampu mengembangkan harga diri, meminimalkan masalah-masalah psikologis, kemampuan pemecahan masalah yang adaptif, dan membuat individu menjadi sehat secara fisik. f. Makna dan tujuan hidup Memiliki makna dan tujuan dalam hidup merupakan faktor penting dari SWB, karena individu akan merasakan kepuasan maupun kebahagiaan dalam hidupnya. Dengan adanya makna dan arah dalam hidup akan menimbulkan kepuasan dalam hidup dan kebahagiaan. Berdasarkan uraian yang sudah dipaparkan sebelumnya, terdapat enam faktor yang mempengaruhi SWB yaitu harga diri positif merupakan perasaan berharga yang dimiliki seseorang dalam memandang dirinya sendiri, kontrol diri merupakan kemampuan seseorang dalam melakukan tindakan yang tepat disetiap situasi, ekstrovert merupakan karakteristik terbuka dan mudah berinteraksi dengan orang lain atau dengan lingkungannya, optimis merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya bisa melakukan segala sesuatunya dengan usahanya, relasi sosial yang positif merupakan hubungan antara seseorang dengan orang lain yang terjalin dengan baik atau harmonis, dan memiliki arti serta tujuan dalam hidup merupakan pandangan seseorang bahwa hidupnya berharga dan memiliki tujuan untuk mencapainya, selain itu terdapat enam faktor lainnya yang dapat mempengaruhi SWB yaitu harga diri merupakan evaluasi seseorang tentang seberapa besar hidupnya berniat, arti kontrol kesadaran merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya dapat mewujudkan keinginannya, ekstrovert merupakan seseorang yang tertarik terhadap dunia luar dan senang berinteraksi dengan lingkungannya, optimis merupakan sikap positif seseorang dalam menjalani kehidupannya, hubungan positif merupakan dukungan positif antara satu dengan individu lainnya, serta makna dan tujuan hidup merupakan bagaimana seseorang memandang bahwa hidupnya bermakna dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya.
