Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja (skripsi dan tesis)

Manusia yang sehat dan mendapatkan makanan yang cukup,
baik kualitas maupun kuantitasnya maka akan memiliki kemampuan yang
maksimal dalam menjalani hidupnya. Kemampuan maksimal ini
disebutkan kapasitas kerja orang dewasa. Namun apabila energi yang
diperoleh dari makanan tidak cukup, maka orang akan bekerja dibawah
kapasitas kerja seharusnya. Secara keseluruhan kandungan energi yang
rendah dalam makanan akan membawa dampak berupa penurunan
kegiatan otot, efisiensi kerja otot rendah dan lama waktu bekerja
berkurang. Dengan adanya gangguan ini maka kapasitas kerja secara
keseluruhan menjadi berkurang dan keadaan ini tentunya akan
menyebabkan penurunan produktivitas kerja (Moehji, 2003).
Makanan yang mengandung glikogen mengalir dalam tubuh
melalui peredaran darah. Setiap kontraksi dari otot selalu diikuti reaksi
kimia (oksidasi glukosa) yang merubah glikogen tersebut menjadi tenaga,
panas dan asam laktat (produk sisa). Dalam tubuh dikenal fase pemulihan
yaitu suatu proses untuk merubah asam laktat menjadi glikogen kembali
dengan adanya oksigen dari pernafasan sehingga memungkinkan otot-otot
bisa bergerak secara kontinu dan keseimbangan kerja bisa dicapai dengan
baik apabila kerja fisiknya tidak terlalu berat. Pada dasarnya kelelahan
terjadi karena terakumulasinya produk sisa dalam otot atau peredaran
darah yang disebabkan tidak seimbangnya antara kerja dan proses
pemulihan.
Daya tahan tubuh seseorang biasanya dipengaruhi dari gizi
dan makanan yang didapat, dengan semua itu akan memberikan semangat
kerja tiap karyawan untuk memacu prestasi sehingga produktivitas kerja
karyawan akan tercapai. Kesehatan tenaga kerja dan produktivitas kerja
erat kaitannya dengan tingkat atau keadaan gizi. Seseorang tenaga kerja
dengan keadaan gizi yang baik akan memiliki kapasitas kerja yang lebih
baik, begitu pula sebaliknya. Tenaga kerja memerlukan makanan yang
bergizi untuk pemeliharaan tubuh, untuk perbaikan dari sel-sel dan
jaringan, untuk pertumbuhan sampai masa tertentu dan untuk melakukan
kegiatan termasuk pekerjaan. Seseorang tenaga kerja dengan keadaan gizi
yang baik akan memiliki kapasitas kerja dan ketahanan tubuh yang lebih
baik, begitu pula sebaliknya pada tenaga kerja dengan keadaan gizi yang
buruk dan dengan beban kerja yang berat akan mengganggu kerja dan
mempercepat kelelahan (Budiono, dkk., 2003).