Dimensi Employee Engagement (skripsi dan tesis)

Menurut Macey, Schneider, Barbera & Young (2009) employee
engagement mencakup dua dimensi penting, yaitu:
a. Employee engagement sebagai energi psikis
22
Karyawan merasakan pengalaman puncak (peak experience) dengan berada di
dalam pekerjaan dan arus yang terdapat di dalam pekerjaan tersebut. Employee
engagement merupakan keseriusan ketika larut dalam pekerjaan (immersion),
perjuangan dalam pekerjaan (striving), penyerapan (absorption), fokus (focus)
dan juga keterlibatan (involvement).
b. Employee engagement sebagai energi tingkah laku
Bagaimana employee engagement terlihat oleh orang lain. Employee
engagement terlihat oleh orang lain dalam bentuk tingkah laku yang berupa
hasil.
Marciano (2010) menyebutkan bahwa keterikatan karyawan tergantung
pada 5 area dimensi yaitu organisasi, kepemimpinan, anggota tim, pekerjaan dan
individu. Sedangkan menurut Schaufeli & Bakker (2003) dimensi atau aspek-aspek
dari employee engagement terdiri dari tiga, yaitu:
a. Vigor
Aspek ini ditandai dengan tingginya tingkat kekuatan dan resiliensi mental
dalam bekerja, keinginan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh di dalam
pekerjaan, gigih dalam menghadapi kesulitan (Schaufeli & Bakker, 2003).
b. Dedication
Aspek dedication ditandai oleh suatu perasaan yang penuh makna, antusias,
inspirasi, kebanggaan dan menantang dalam pekerjaan. Orang-orang yang memiliki
skor dedication yang tinggi secara kuat menidentifikasi pekerjaan mereka karena
menjadikannya pengalaman berharga, menginspirasi dan menantang. Disamping
itu, mereka biasanya merasa antusias dan bangga terhadap pekerjaan mereka.
Sedangkan skor rendah pada dedication berarti tidak mengidentifikasi diri dengan
pekerjaan karena mereka tidak memiliki pengalaman bermakna, menginspirasi atau
menantang, terlebih lagi mereka merasa tidak antusias dan bangga terhadap
pekerjaan mereka (Schaufeli & Bakker, 2003).
c. Absorption
Menurut Schaufeli dan Bakker (2003) aspek absorption ini ditandai dengan
adanya konsentrasi dan minat yang mendalam, tenggelam dalam pekerjaan, waktu
terasa berlalu begitu cepat dan individu sulit melepaskan diri dari pekerjaan
sehingga dan melupakan segala sesuatu disekitarnya, orang-orang yang memiliki
skor tinggi pada absorption biasanya merasa senang perhatiannya tersita oleh
pekerjaan, merasa tenggelam dalam pekerjaan dan memiliki kesulitan untuk
memisahkan diri dari pekerjaan. Akibatnya, apapun disekelilingnya terlupa dan
waktu terasa berlalu cepat. Sebaliknya orang dengan skor absorption yang rendah
tidak merasa tertarik dan tidak tenggelam dalam pekerjaan, tidak memiliki kesulitan
untuk berpisah dari pekerjaan dan mereka tidak lupa segala sesuatu disekeliling
mereka, termasuk waktu