Salah satu penentu yang kuat dari sikap pekerja, motivasi, dan
perilaku adalah kompensasi (Gardner et al., 2004). Kompensasi
diadaptasi dari bahasa Inggris yang berarti untuk menyeimbangkan.
Kompensasi atau bayaran adalah seluruh bentuk pengembalian
keuangan, layanan, dan benefits yang diterima oleh pekerja sebagai
bagian dari hubungan kerja (Milkovich dan Newman, 2002). Untuk
sebuah organisasi, kompensasi digunakan untuk menarik, memotivasi,
dan mempertahankan pekerja yang berpotensi menghantarkan kesuksesan
tujuan organisasi (Renard, 2008).
Menurut Milkovich dan Newman (2002), kompensasi total
mencakup bayaran yang secara langsung diterima sebagai kompensasi
kas (seperti: gaji dasar, insentif, biaya penyesuaian hidup sehari-hari) dan
yang tidak langsung sebagai benefits (contohnya: dana pensiun, asuransi
medis). Gaji dasar, merit pay, dan bonus akhir tahun merupakan
komponen kompensasi yang paling penting di dalam mempertahankan
dan memotivasi supervisor dan pekerja (Chiu et al., 2002). Pemilik
perusahaan menggunakan benefits untuk menarik dan mempertahankan
orang-orang yang bekerja dengan baik. Pekerja sendiri mengandalkan
benefits (contohnya: subsidi medis, liburan, dan pensiun) untuk
mengamankan finansial mereka.
