Meskipun engagement merupakan suatu pilihan, namun
perusahaan tetap harus turut ambil bagian dalam membina karyawannya
agar dapat meningkatkan level engagement mereka (Smith & Markwick,
2009). Tingkat employee engagement masing-masing karyawan berbedabeda tergantung dari bagaimana karyawan memaknai keberadaan mereka
di dalam pekerjaan (Kahn dalam May et al., 2004; Smith & Markwick,
2009).
Engagement karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
dapat dikelompokkan menjadi 2 bentuk, yaitu faktor internal atau berasal
dari dalam karyawan dan faktor eksternal yang berasal dari luar karyawan.
Dalam penelitian ini, peneliti memilih faktor eksternal. Pada faktor
internal ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat engagement
karyawan, diantaranya adalah latar belakang kehidupan karyawan
(biografis), karakteristik kepribadian, kepercayaan karyawan terhadap
perusahaan, perasaan bangga terhadap perusahaan, dan persepsi karyawan
bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan hal yang penting, memiliki
tujuan, serta memiliki makna bagi dirinya (Lockwood dalam Smith &
Markwick, 2009; Perrin, 2003).
Sedangkan hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat employee
engagement berdasarkan faktor eksternal, yaitu budaya organisasi, gaya
kepemimpinan, perhatian senior manajer terhadap keberadaan karyawan,
reputasi perusahaan, kompensasi, kesempatan untuk mengembangkan
karir karyawan, terbukanya kesempatan bagi karyawan untuk
memberikan pendapat, hak karyawan untuk mengambil keputusan,
kualitas komunikasi antar anggota organisasi, tim kerja yang kompak dan
saling mendukung, jelasnya jenis pekerjaan yang dilakukan, adanya
sumber daya yang dibutuhkan karyawan untuk mendukung performansi,
dan penyampaian nilai serta tujuan organisasi kepada karyawan
(Lockwood dalam Smith & Markwick, 2009; Perrin, 2003)
