Definisi Employee Engagement (skripsi dan tesis)

Pada dasarnya, definisi employee engagement tidak dapat
diterima secara umum karena employee engagement diartikan melalui
berbagai cara dan dengan perspektif yang berbeda-beda (Dicke,
Holwerda, & Kontakos, 2007; Verma, Kaura, & Mathur, 2013). Beberapa
peneliti menggunakan istilah yang berbeda untuk mendefinisikan
engagement. Sebagian peneliti menggunakan istilah employee
engagement dan sebagian lainnya menggunakan istilah work engagement.
Namun, kedua istilah ini tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam
menjelaskan engagement karyawan. Employee engagement maupun work
engagement sama-sama memiliki aspek pembentuk dan karakteristik
yang sama. Secara garis besar, keduanya dibentuk oleh beberapa aspek
yang sama, yaitu adanya kekuatan atau energi (vigor), dedikasi atau
perasaan bangga terhadap pekerjaan (dedication), komitmen, dan sulit
melepaskan diri dari pekerjaan (absorption) (Cook, 2008; May, Gilson, &
Harter, 2004; Bakker, Schaufeli, Leiter, & Taris, 2008).
Employee engagement merupakan suatu istilah yang masih relatif
baru diperbincangkan dikalangan manajemen sumber daya manusia
(Bhatla, 2011). Employee engagement adalah suatu keadaan karyawan
yang terlibat langsung secara psikologis dengan pekerjaannya. Karyawan
akan terlibat secara fisik, kognitif, maupun secara emosional selama
menunjukkan performanya di dalam bekerja (Kahn dalam Albrecht, 2010;
Perrin, 2003). Employee engagement dilihat sebagai suatu kekuatan yang
dapat memberikan motivasi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja
pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kekuatan
tersebut dapat berupa komitmen, baik bagi perusahaan maupun pada
pekerjaannya, dan juga berupa rasa memiliki terhadap pekerjaan, perasaan
bangga, usaha yang lebih dari biasanya, dan semangat dalam
menyelesaikan pekerjaan (Wellins & Concelman dalam Endres & Smoak,
2008).
Employee engagement membawa karyawan pada suatu keadaan
pemenuhan diri yang positif, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan
pada akhirnya karyawan akan merasa sulit untuk melepaskan diri dengan
pekerjaan (Right Management, 2009; Schaufeli, Salanova, Gonzalez, &
Bakker dalam Field & Buitendach, 2011). Selain dapat melakukan
pekerjaannya dengan kekuatan atau energi yang besar, karyawan dengan
tingkat engagement yang tinggi juga akan merasa bangga dan terbenam
secara total dengan pekerjaannya. Engagement tidak hanya sekedar
bekerja keras, giat dalam bekerja, atau memiliki keterlibatan yang tinggi
terhadap pekerjaan, tetapi engagement melihat sejauh mana karyawan
dapat dengan penuh meletakkan dirinya kedalam pekerjaan (Albrecht,
2010; Schaufeli et al., 2009).
Karyawan dengan engagement tinggi menunjukkan perilaku
yang positif selama bekerja sehingga hal apapun yang mereka lakukan
mengarah pada usaha untuk mencapai tujuan dan kesuksesan perusahaan
(Dicke, Holwerda, & Kontakos, 2007; The Institute for Employment
Studies IES dalam Endres & Smoak, 2008; Kahn dalam Albrecht, 2010,
Vazirani, 2007). Karyawan merasa bahwa keberadaannya di perusahaan
mendapat pengakuan, sehingga karyawan akan memberikan usaha terbaik
mereka bagi perusahaan karena mereka merasa telah menjadi bagian dari
perusahaan. Semua yang dilakukan dalam pekerjaan bukanlah cara mereka
untuk menunjukkan diri dan mendapatkan pujian dari orang lain,
melainkan karena mereka sangat senang dalam melakukan pekerjaannya.
(Kahn dalam Albrecht, 2010; Perrin, 2003).
Berdasarkan definisi-definisi di atas, peneliti menyimpulkan
bahwa employee engagement adalah suatu keadaan ketika karyawan
terlibat secara psikologis dengan pekerjaannya, baik secara fisik, kognitif,
maupun emosional, sehingga karyawan akan memberikan usaha terbaik
mereka dalam menyelesaikan pekerjaan, serta merasa sulit untuk
melepaskan diri dengan pekerjaan yang dikarakteristikkan oleh vigor,
dedication, dan absorption.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori employee
engagement menurut Schaufeli dan Bakker (2003) dengan menekankan
adanya vigor, dedication, dan absorption dalam pemahaman mengenai
engagement. Teori ini dipilih karena dianggap telah mencakup pengertian
yang komprehensif dan mudah dipahami.