Manajemen laba dapat diukur dengan dua cara yaitu manajemen laba
riil dan manajemen laba akrual. Dalam penelitian ini pengukuran manajemen
laba yang akan digunakan adalah manajemen laba akrual karena konteks
penelitian ini adalah mendeteksi praktik manajemen laba bukan kecurangan.
Selain itu, pengukuran manajemen laba riil hanya berfokus pada manajemen
laba income increasing sedangkan manajemen laba akrual dapat mendeteksi
manajemen laba income increasing dan income decreasing secara sekaligus.
Dua pengukuran manajemen laba adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Laba Riil
Manajemen laba riil dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan
manajemen yang menyimpang dari praktek bisnis yang normal yang
dilakukan dengan tujuan utama untuk mencapai target laba
(Roychowdhury, 2006 dalam Ratmono, 2010). Manajemen laba riil dapat
dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu:
a. Manipulasi Penjualan
b. Penurunan beban-beban diskresionari (discretionary expenditures)
c. Produksi yang berlebihan (overproduction)
2. Manajemen Laba Akrual
Manajemen laba dilakukan dengan mempermainkan komponenkomponen akrual dalam laporan keuangan, sebab akrual merupakan
komponen yang mudah untuk dipermainkan sesuai dengan keinginan
orang yang melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan
keuangan. Alasannya, komponen akrual merupakan komponen yang tidak
memerlukan bukti kas secara fisik sehingga upaya mempermainkan besar
kecilnya komponen akrual tidak harus disertai dengan kas yang diterima
atau dikeluarkan perusahaan (Sulistyanto, 2008:277).
